Formulir C6 Telah Tersalurkan, Panwaslu Cilegon: Ada 835 Pemilih Tak Penuhi Syarat

0
311 views
Banlih Pilgub

CILEGON – Surat pemberitahuan atau yang dikenal formulir C6 telah didistribusikan oleh pihak KPU Cilegon, yang nantinya akan digunakan oleh warga pada pencoblososan Pilgub Banten 15 Februari besok. Namun demikian, KPU Cilegon belum mengetahui berapa jumlah formulir C6 yang telah disalurkan maupun yang tidak tersalurkan lantaran berbagai sebab.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Pokja Logistik KPU Kota Cilegon Eli Jumaeli saat dihubungi Radar Banten Online melalui telepon seluler, Selasa (14/2). “Formulir C6 telah kita salurkan pada tanggal 12 Februari kemarin. Karena itu kan sudah harus sampai selambat-lambatnya tiga hari sebelum pencoblosan,” ujar Eli.

Dijelaskannya, sebelumnya KPU Cilegon telah menyediakan formulir C6 dengan jumlah sama persis sesuai daftar pemilih tetap (DPT) Kota Cilegon yaitu 281.369 jiwa. “Itu sesuai DPT. Tapi kita belum tahu berapa yang sudah tersalur dan yang tidak. Karena mungkin saja ada warga yang sedang bepergian, dan juga ada yang meninggal,” katanya.

Diungkapkannya, untuk mengetahui jumlahnya, KPU Cilegon akan melakukan penghitungan formulir C6 yang telah tersalurkan dan yang tidak tersalurkan pada hari ini. “Kita baru mau akan merekap pada sore ini hingga sampai selesai jam 12 malam nanti. Kami yakin C6 yang telah tersalurkan tidak akan disalahgunakan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Cilegon Sihabudin mengungkapkan pengawasan terhadap formulir C6 yang telah tersalurkan telah dilakukan. Pihaknya menemukan beberapa jumlah DPT yang tidak memenuhi persyaratan untuk menerima formulir C6 lantaran penduduknya telah berpindah alamat maupun juga meninggal dunia.

“Sudah kita lakukan analisis pemilih. Di situ kita temukan pemilih ganda yang pindah dan meninggal. Jumlahnya ada sekiar 835 pemilih yang tidak memenuhi syarat. Sebelumnya jumlah itu sudah masuk DPT. Jadi yang 835 ini tidak diterbitkan form C6 nya, itu untuk menghindari penyalahgunaan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya. (Riko)