Forum Komunikasi Pengusaha Cilegon Bentuk Koperasi

CILEGON – Forum Komunikasi Pengusaha Cilegon (FKPC) membentuk koperasi.

Ketua FKPC Kota Cilegon Husen Saidan menjelaskan, pihaknya berinisiatif membangun koperasi untuk memberdayakan para anggota. “Kami tidak ingin yang satu maju yang lainnya tidak, kami ingin maju bersama-sama,” kata Husen.

Ia melanjutkan, dalam jangka pendek, koperasi tersebut akan membentuk warung rakyat sejahtera (Waras) untuk menunjang ekonomi kerakyatan. Melalui program itu, para pengusaha mencoba melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan adanya warung itu, masyarakat selain berbelanja kebutuhan sehari-sehari juga akan mendapatkan keuntungan berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi. Artinya masyarakat mendapatkan keuntungan lebih.

Ke depan warung itu pun akan memanfaatkan kecanggihan teknologi, salah satunya dengan sistem antar. Dalam implementasi sistem itu, warung akan bermitra dengan tukang ojek pengkolan sebagai pihak yang mengantarkan barang pesanan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon Tatang Muftadi mengingatkan pada pengelola koperasi di Kota Cilegon untuk serius dan profesional dalam menjalankan koperasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Salah satu keseriusan dalam mengelola koperasi adalah dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara rutin. Jika pengelola koperasi tidak melakukan hal itu selama tiga kali berturut-turut, makan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon akan merekomendasikan agar koperasi itu dibubarkan kepada Kementerian Koperasi.

“Satu kali tidak RAT lampu hijau, dua kali tidak RAT lampu kuning, tiga kali tidak RAT lampu merah saya rekomendasikan untuk dibubarkan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, di Kota Cilegon, saat ini terdapat 542 koperasi, sejauh ini menurutnya belum ada satu pun koperasi yang direkomendasikan untuk dibubarkan karena Pemkot Cilegon telah mengeluarkan Perwal tentang Koperasi Sehat.

Melalui Perwal tersebut pemerintah membina koperasi-koperasi yang ada agar tetap berjalan sesuai dengan koridor dan aturan yang berlaku. “Yang tidak sehat kita upayakan menjadi sehat, yang sehat semakin sehat,” kata Tatang.

Menurut Tatang, salah satu pembinaan yang dilakukan pemerintah yaitu dengan mengarahkan agar koperasi bersinergi dengan UMKM yang ada di Kota Cilegon. Dengam cara itu satu sama lain bisa saling menopang. (Bayu Mulyana)