Fraksi Berkarya Tak Diberi Jatah Pimpinan AKD Kota Cilegon

Suasana penghitungan suara pemilihan anggota Badan Kehormatan DPRD Kota Cilegon, Senin (7/10), Risma Ayu dari Fraksi PDIP terpilih sebagai Ketua BK.

CILEGON – Alat kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Cilegon sudah dibentuk melalui rapat tertutup, Senin (7/10). Berdasarkan hasil rapat, hanya Partai Berkarya yang tidak mendapatkan jatah pimpinan alat kelengkapan.

Seperti diperkirakan sebelumnya, jatah ketua komisi diberikan kepada empat parpol pemenang pemilu. Antara lain Golkar, Gerindra, PKS, dan PAN. Sedangkan dua alat kelengkapan lainnya yakni Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) diberikan kepada NasDem serta Badan Kehormatan (BK) diberikan kepada PDIP. Adapun PPP diberikan jatah Wakil Ketua BK dan Demokrat diberi Wakil Ketua Bapemperda.

Menanggapi hasil tersebut, Ketua Fraksi Partai Berkarya Dimas Saputra mengaku telah berusaha dan menjalin komunikasi dengan unsur pimpinan fraksi lain di DPRD Kota Cilegon. “Kita lihat nanti, segalainya sudah kita bicarakan,” ujarnya usai paripurna pemilihan anggota BK, Senin (7/10).

Menurut Dimas, kalaupun tanpa ada keterwakilan anggota Fraksi Berkarya, pihaknya secara lapang dada menerima keputusan tersebut. Ia dan rekan-rekannya akan tetap berjuang semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat Kota Cilegon. “Kalau itu udah ketetapan kita terima,” ujar Dimas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun membenarkan jika unsur pimpinan DPRD Kota Cilegon telah menyepakati unsur pimpinan AKD. Rencananya hari ini (8/10) pengumuman pimpinan AKD akan diparipurnakan.

Menurut Uyun, penetapan unsur pimpinan tidak mengacu pada pemeroleh kursi terbanyak, melainkan berdasarkan usulan masing-masing fraksi. “Unsur pimpinan yang disepakati mengacu pada kesepakatan yang dilakukan oleh anggota komisi untuk bagaimana mekanisme dan siapa yang akan diusulkan ke pimpinan. Jadi masing-masing komisi melakukan pembahasan internal,” ujar Uyun.

Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Efendi membantah bila pihaknya dianggap meninggalkan Fraksi Berkarya. Menurutnya, dalam politik yang terpenting adalah komunikasi. “Fraksi itu kan kepanjangan tangan dari pengurus partai. Harusnya komunikasinya tidak hanya di dalam DPRD, tetapi antar pengurus partai juga,” kata Endang.

Endang menjelaskan, seluruh unsur pimipinan AKD, terkecuali BK, sudah dipilih secara aklamasi. Sedangkan BK dipilih tersendiri melalui rapat paripurna oleh seluruh anggota DPRD. “Proses pemilihan pimpinan AKD berjalan lancar, tanpa ada konflik yang menghambat. Ini semua berkat komunikasi yang baik,” ujarnya.

Usai ditetapkannya seluruh AKD pada Selasa (8/10), Endang berharap seluruh anggota DPRD Kota Cilegon bisa bekerja secara optimal sesuai dengan kewenangan masing-masing. (bam-ibm/ags)