FSPP Banten Salurkan 1.000 Paket Sembako

SERANG – Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten mendistribusikan 1.000 paket sembako dilakukan melalui jaringan FSPP Kabupaten/Kota se Banten untuk disalurkan kepada kiai, asatidz, guru ngaji, santri, yatim, dan kelompok masyarakat dhu’afa di sekitar pesantren, Kamis (30/4).

Hadir dalam acara pendistribusian tahap II ini Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten KH. Sulaiman Effendi, Ketua MUI Provinsi Banten Dr KH HM Romly, Sekjen FSPP Banten Dr H Fadlullah, dan pengurus. Selain paket sembako dibagikan juga masker untuk kiai dan guru ngaji.

Sebelum pembagian paket sembako dan masker dilakukan diskusi tentang dampak Covid-19 terhadap masyarakat khususnya umat Islam. Ketua Presidium FSPP KH. Sulaiman Effendi menegaskan bahwa masyarakat terdampak Covid-19 secara sosial ekonomi bukan hanya masyarakat awam, tetapi juga kiai dan guru ngaji. “Terutama kiai dan guru ngaji yang tidak memiliki kegiatan usaha tambahan dalam bidang bisnis pertanian perkebunan atau usaha lainnya,” ujarnya.

KH Sulaiman menambahkan, mengingat tingkat sosial ekonomi masing-masing kiai berbeda-beda, maka Tim Penggerak Amal Umat FSPP Kabupaten/Kota diharapkan jeli dan cermat dalam penyaluran paket ini sehingga tepat sasaran.

Sementara Ketua MUI Provinsi Banten Dr KH. AM Romly menegaskan bahwa kiai dibedakan menjadi empat tipe, yakni kiai nandur (Pengasuh Pesantren), kiai tutur (Penceramah atau guru ngaji majelis taklim), kiyai sembur ( ahli hikmah yang bersifat klinis) dan kiai catur (kiai aktivis Politik). “Seluruh tipe kiai tersebut pada kadar tertentu terdampak Covid-19,” ungkapnya. Karena itu KH Romly mendukung Gerakan 1.000 paket sembako ini.

Sedangkan Dr Fadlullah selaku Sekjen FSPP Provinsi Banten mengharapkan FSPP kabupaten/kota bergerak bersama untuk menghimpun dan menyalurkan paket sembako Tahap III dan IV pada momentum Qunutan dan Malam Lailatul Qadar nanti.

Fadlullah yang juga Ketua Satgas Covid-19 MUI Provinsi Banten mendorong agar FSPP Kabupaten/Kota bersinergi dengan MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), ICMI, LAZ HARFA, dan BAZNAS kabupaten/kota masing-masing di seluruh Banten. “Dengan sinergi ormas Islam diharapkan Gerakan Amal Umat bergerak efektif dengan resonansi yang dapat menggugah kepedulian masyarakat pelaku bisnis korporasi dan Pemerintah,” ungkapnya.

Dalam diskusi juga berkembang wacana menjadikan pesantren sebagai jalur distribusi beras dan logistik umat untuk mengatasi dampak jangka panjang Covid-19. Dalam hal ini FSPP perlu mengembangkan fungsi Rumah Transaksi Pondok Pesantren (RTP) ke Kabupaten/Kota hingga Kecamatan. Di sisi lain pesantren bersama masyarakat sekitar didorong menghidupkan lahan pertanian dan perkebunan sebagai lumbung ketahanan pangan. (alt)