Tim futsal Kota Cilegon mematangkan persiapan menghadapi Porprov V Banten dengan menggeber waktu latihannya di GOR Asa Sport Center Kota Cilegon, Senin (20/8).

CILEGON – Cabang olahraga futsal Kota Cilegon kian memantapkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018. Dalam waktu dekat kontingen asal kota baja ini akan uji tanding dengan tim futsal di Bandung, Jawa Barat, untuk mematangkan bekal yang akan dibawa ke Kabupaten Tangerang, November mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Pelatih Futsal Kota Cilegon Muhammad Arion saat ditemui di GOR Asa Kota Cilegon, Senin (20/8). “Kita akan ke Bandung di bulan September untuk tryout menghadapi Porprov Banten. Rencananya dengan juara FFI di Bandung,” ujarnya.

Arion mengungkapkan, pada pelatkot kedua ini persiapan masih rutin berjalan. Sejauh ini persiapan sudah terlaksana 50 persen dari yang diharapkan. “Persiapan kita hanya tinggal mematangkan kerja sama tim sama mental, itu saja,” katanya.

Arion menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan sebanyak 15 pemain yang siap berangkat menuju pesta olahraga multievent terbesar di Banten tersebut. Sebagian di antaranya merupakan hasil penjaringan dari seleksi yang telah dilakukan.

“Pemain kita dari hasil seleksi dan pembinaan PLCOB. Dari program PLCOB itu sebagian besar pemainnya turun untuk porprov. Yang dari PLCOB ada sekitar 12 orang, sisanya orang Cilegon juga yang mempunyai kemampuan,” tuturnya.

Arion optimistis, timnya dapat bermain lepas dan mengungguli persaingan dari tim kabupaten dan kota lain di Banten. Medali emas menjadi target yang akan ia bawa. Bukan lantaran diembankan oleh KONI Kota Cilegon. “Target sih kita tinggi, medali emas. Urusan nanti hasilnya seperti apa itu nanti akan terlihat, terpenting kami targetnya emas,” ucapnya.

Menurutnya, target raihan medali terbilang rasional. Mengingat, hasil Kejurda Futsal Banten beberapa waktu lalu, Kota Cilegon lebih unggul dengan hasil yang memuaskan. “Kejurda kemarin kita yang kesatu (juara pertama) untuk U-17 dan U-20,” katanya.

Kendati demikian, ia mengaku akan tetap waspada dan tidak menganggap lawan yang akan dihadapi. Terlebih, Kabupaten Tangerang selaku tuan rumah. “Mental tuan rumah biasanya lebih naik. Tuan rumah semangatnya berbeda. Tapi, kami sudah antisipasi dan kami sudah siap,” ucapnya. (rbs/ibm/dwi)