SERANG – Pengaruh kejahatan mendapatkan lahan subur persebarannya melalui internet atau jejaring sosial. Korbannya biasanya anak-anak dan remaja yang belum begitu matang untuk menyikapi luapan informasi dari internet dan gadget yang kini mudah diakses.

“Banyak korban dunia cyber, orang yang dikenal dari Facebook. Orang terpengaruh gerakkan radikalisme melalui HP dan smartphone, internet yang di SD saja sudah belajar internet,” ujar Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam pidato ramah tamah dengan wartawan di Mapolda Banten, Rabu (4/2/2015).

Boy menjelaskan bahwa korban yang mulanya kenal dengan seseorang atau ajaran tertentu tidak sedikit. Dari perkenalan itu kemudian seseorang mulai terpengaruh. “Dari situ mulai terasa pengaruhnya. Pengaruh internet bisa sangat besar untuk masyarakat,” paparnya.

Cara penanggulangannya, kata Boy, bukan dengan melarang anak-anak dan remaja untuk mengakses internet. Tapi, orangtua perlu mengarahkan anaknya untuk mengakses situs tertentu. “Saya saja tidak sepenuhya tahu apa yang diakses anak saya. Internet ini tidak bisa kita tangkal tapi kita bisa arahkan,” jelas Boy.(Wahyudin)