Gagal Menyalip, Tewas Terlindas Truk di Pejaten

0
121
FOTO: POLSEK KRAMATWATU FOR RADAR BANTEN

SERANG – Warga Desa Kubang Biyawak, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Safi’in (36) meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Serang-Cilegon, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Safi’in tewas setelah terlindas truk yang disalipnya.

Laka maut itu terjadi sekira pukul 08.15 WIB. Saat itu, motor Honda Sonic bernomor polisi A 3177 SP yang dikendarai Safi’in melaju dari arah Cilegon menuju Serang. Kemudian, Safi’in mencoba menyalip truk tronton yang ada di depannya dari sebelah kanan.

Belum sempurna menyalip, dari arah berlawanan terlihat kendaraan yang melaju dari arah Serang menuju Cilegon. Safi’in berniat menghindari kendaraan yang berada di depannya.

Nahas, motor yang dikendarai Safi’in oleng hingga terjatuh. Ia pun terlindas oleh truk tronton yang sebelumnya disalip.

Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Kramatwatu Ipda Ade AS mengatakan, dugaan sementara laka maut itu karena korban tidak konsentrasi saat menyalip kendaraan yang ada di depannya. “Setelah menyalip, korban menghindari kendaraan di depannya sehingga oleng dan terjatuh,” katanya kepada Radar Banten saat ditemui di kantornya, Senin (11/12).

Ade mengatakan, korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat terlindas truk yang ia salip. Belum sempat dilakukan penanganan medis, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Dikatakan Ade, pihaknya sudah melimpahkan kasus laka maut itu ke Polres Serang Kota. Beberapa saksi mata dan sopir truk sudah diamankan. “Korban dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang untuk dilakukan autopsi,” terangnya.

Sementara itu, di TKP, saksi mata Hasanudin mengatakan, kejadian tersebut sempat menarik perhatian pengguna Jalan Raya Serang-Cilegon. Sehingga, kemacetan pun tidak bisa dihindari. “Langsung meninggal di tempat. Tadi ramai orang pada lihat,” katanya.

Dikatakan Hasanudin, di wilayah itu memang termasuk rawan kecelakaan. Sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan serupa yang memakan korban jiwa. “Jalannya ini kan lurus, jadi banyak yang suka nyalip. Ditambah banyak mobil besar,” pungkasnya. (Rozak/RBG)