Maesaroh usai bertanding di Asian Games. Di dampingi sang ayah dan Bupati Pandeglang.

SERANG – Maesaroh, atlet Banten yang berlaga di Asian Games menyampaikan permintaan maaf. Ini karena wanita sal Pandeglang itu belum dapat membawa Indonesia menjadi juara pada nomor lompat jangkit cabang olahraga atletik.

Ia telah membuktikan perjuangannya. Maesaraoh masuk ke pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (30/8) malam. Namun sayang, keberuntungan belum di pihaknya, Maesaroh harus puas berada di urutan kedelapan dari 10 peserta dengan lompatan sejauh 11,96 meter.

Alhamdulillah saya masih bisa ikut ke sini (Asian Games 2018) sehingga masuk ke final. Hanya mohon maaf saya belum bisa ngasih yang terbaik. Kepada semua yang telah mendukung, saya memohon maaf,” ujar Maesaroh.

Ia mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih prestasi yang terbaik. Namun malang tidak bisa ditolak, Maesaroh mengalami sedikit cedera saat berlaga sehingga memengaruhi penampilannya saat itu. “Ada kendala. Engkel kaki cedera. Bisa dibilang begitu (sedikit cedera),” tuturnya.

Pada malam itu, selain jajaran pengurus KONI Banten, Bupati Pandeglang Irna Narulita juga turut menyaksikan Maesaroh bertanding. Memberikan semangat kepada salah satu putri terbaik yang mewakili atlet Indonesia di Asian Games.

“Maesaroh telah memberikan yang terbaik. Kami sangat bangga dengan Maesaroh. Walaupun belum mencapai puncaknya, tapi beliau (Maesaroh) sudah mewakili Indonesia hingga ke final,” tutur Irna.

Irna menyebut penampilan Maesaroh di Asian Games kali ini adalah kemenangan yang tertunda. Irna meyakini jika Maesaroh akan bersinar di kompetisi bergengsi yang akan datang. “Insya Allah di kemudian hari akan mencapai puncaknya. Ini dari Pandeglang untuk Indonesia,” ucapnya.

Pelatih nasional lompat jangkit, Arya Yuniawan menilai penampilan Maesaroh cukup baik. Ia mengapresiasi kerja keras yang telah dijalani Maesaroh saat berlatih dan tampil di pertandingan. Namun masih ada beberapa sorotan yang perlu dievaluasi untuk perbaikan.

“Sebenarnya sudah bagus. Tapi mungkin karena ini lomba pertama di Asian Games, jadi bawaannya agak tegang. Insya Allah nanti di pertandingan-pertandingan selanjutnya akan semakin bagus,” katanya.

Pada pertandingan tersebut peringkat pertama dengan raihan medali emas disabet oleh Rypakova, atlet asal Kazakhstan dengan lompatan sejauh 14,26 meter. Kemudian medali perak diraih oleh Chuaimaroen, atlet perwakilan Thailand dengan lompatan sejauh 13,93 meter. Sementara medali perunggu direbut oleh Thi Men, atlet asal Vietnam dengan lompatan sejauh 13,93 meter. (rbs/ibm/ags)