Gagal Rujuk, Gantung Diri Jadi Pilihan Sopir Truk

0
644 views
DIEVAKUASI: Penyidik kepolisian membawa jasad Rokiman dengan kantong jenazah dari rumah korban di Kampung Pelawadtegal, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (15/2). Korban dievakuasi ke RS dr Drajat Prawiranegara untuk diautopsi.

SERANG – Rokiman (36) ditemukan tewas tergantung di rumahnya, di Kampung Pelawadtegal, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (15/2) pagi. Persoalan cinta dan rumah tangga diduga kuat menjadi motif sopir truk tersebut nekat bunuh diri.

Jasad Rokiman ditemukan oleh keponakannya, Umar (14). Saksi sebenarnya ingin membangunkan korban dan mengajaknya sarapan sebelum menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) Pilgub Banten.

Umar masuk ke dalam rumah korban yang tidak terkunci. Namun, remaja yang tinggal di seberang rumah Rokiman ini tidak menemukan pamannya di dalam kamar tidur. Umar begitu kaget ketika mendapati Rokiman tewas tergantung di dapur. Leher korban terjerat tali tambang yang diikatkan pada balok atap rumahnya.

“Korban tinggal sendiri. Dua anaknya tinggal bersama mertuanya (orangtua mantan istri Rokiman-red). Dia (menyebut korban-red) mah jarang pulang, kerja di Cilegon. Pulang ke rumah karena pengin nyoblos saja,” ucap Siman, salah satu kerabat korban, di rumah duka.

Malam sebelum Rokiman ditemukan tewas tergantung, kata Siman, korban sempat berbincang-bincang dengan tetangganya bernama Sugianto. Kepada Sugianto, Rokiman disebutkan sempat mengungkapkan keinginan untuk menjual rumahnya.

“Karena hujan, (Rokiman-red) pamit tidur. Kemungkinan gantung dirinya pagi. Kata teman kerjanya, jam setengah tujuh pagi (korban-red) masih ngirim SMS. Ditemuin gantung jam delapan pagi,” ungkap Siman.

Siman menduga, Rokiman nekat bunuh diri karena gagal rujuk dengan Ira, mantan istrinya. Saat ini, Ira masih menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi.

“Dua bulan lagi mantan istrinya pulang. Katanya, mau rujuk. Mungkin gara-gara itu. Sudah dua tahun setengah, (Ira-red) di Arab Saudi,” tutur Siman.

Siman yakin, Rokiman tewas akibat bunuh diri. Keluarga dan kerabat korban menemukan secarik surat yang diyakini ditulis dengan tangan korban. Isinya, permintaan maaf dan permintaan agar kedua anak korban yang masih berusia sepuluh dan lima tahun untuk dirawat dengan baik. Wasiat ini mungkin disampaikan kepada bekas mertua korban yang merawat kedua anak Rokiman

“Anaknya tidak tinggal disini, tapi di rumah mertuanya (orangtua mantan istri Rokim-red),” ujar Aspuri, tetangga korban, membenarkan.

Dalam surat wasiat itu, disebutkan pula alasan korban hendak menjual rumahnya di Kampung Pelawadtegal karena ingin pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah. Korban juga menulis perasaan hatinya yang masih mencintai Ira.

“Uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk pulang kampung ke Banyumas, serta untuk biaya membesarkan kedua anaknya,” tegas Kepala Satuan Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gogo Galesung didampingi Kanit Pidana Khusus Inspektur Polisi Satu (Iptu) Samsul Fuad di lokasi kejadian.

Gogo mengaku, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada jasad Rokiman. “Namun, untuk proses penyelidikan, jasad korban kami bawa ke RS dr Drajat Prawiranegara,” ujarnya. (Merwanda-Rozak/Radar Banten)