Gaji Anggota Dewan Ditilap Staf

Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

CILEGON – Beberapa hari terakhir, anggota DPRD dan pegawai sekretariat DPRD Kota Cilegon dihebohkan dengan ulah seorang oknum staf. Pembantu bendahara sekretariat DPRD berinisial HB diduga melakukan kecurangan karena menilap penghasilan anggota Dewan dan para pegawai di Dewan.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, HB diduga menyalahgunakan kewenangannya. Mulai dari me-markup angsuran pinjaman anggota DPRD beserta staf ke bank dan koperasi. Selain itu, HB juga bisa mencairkan uang beku yang besarannya sekali angsuran. Ada lagi iuran Korpri dari 45 pegawai Setwan yang diduga ditilap.

Diduga, jumlah uang yang ditilap mencapai ratusan juta rupiah. Aksi HB diketahui telah berlangsung selama dua tahun dan baru heboh pada awal 2018. Sayangnya, hingga kemarin, anggota Dewan dan para pegawai yang menjadi korban uang tilap HB masih irit bicara. Mereka khawatir HB tidak mengembalikan uang.

Namun, Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Cilegon Isro Miraj membenarkan adanya oknum staf DPRD yang nakal. Dirinya juga termasuk salah satu anggota Dewan menjadi korban karena gajinya ditilap. “Iya benar. Cuma bagi saya hal itu sudah saya anggap selesai,” kata Isro, kepada Radar Banten, Senin (5/2).

Isro mengaku, uangnya yang diduga ditilap oleh oknum sekira Rp7 juta. Namun, ia tidak memungkiri bahwa ada juga rekan-rekannya yang mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. “Tapi sudahlah jangan dibesar-besarkan. Lagian orangnya juga sudah mau menggantinya. Tapi itu jumlah setelah diakumulasi,” ujar politikus Golkar ini.

Jika Isro mengaku uang yang ditilap oleh oknum sekira Rp 7 juta, anggota Dewan lain ada yang ditilap setiap bulannya sekira Rp500 ribu sampai dengan Rp1,3 juta. “Kalau saya sih kecil. Cuma Rp80 ribu saja yang hilang setiap bulannya,” kata Qoidatul Sitta, anggota Dewan dari Fraksi PKS ini.

Sitta mengaku, baru mengetahui uang gajinya berkurang ketika dirinya meminta rekening koran ke pihak bank. “Pas saya lihat di rekening korannya, kok uangnya berkurang. Tapi sudahlah. Mau bagaimana lagi. Enggak usah diperbesar,” ujar Sitta.

Sedangkan anggota Fraksi PKB Meri Ockta Mega Anjarsari mengaku terkejut saat gajinya berkurang hingga Rp180 ribu per bulan selama lebih dari dua tahun. “Sekarang masih direkap berapa uang saya yang hilang. Soalnya selain itu juga mungkin masih ada yang lain. Saya sih masih berharap ada pengembalian,” katanya.

Tidak hanya anggota Dewan saja yang uang gajinya ditilap. Gaji pegawai Setwan juga sama ditilap oleh oknum tersebut. Prayogo salah satu kasubag di Setwan mengaku mengalami nasib yang sama. Uang gaji di rekening tabungannya berkurang. “Ya mau bagaimana lagi. Bukan cuma saya. Hampir semua mengalami hal yang sama,” kata Prayogo.

Sementara salah seorang kasubag di Bagian Persidangan Setwan Dani Rahmat mengatakan hal yang sama. Menurutnya, gajinya sudah mulai berkurang sejak 2015. Meski mengaku kesal, Dani tidak bisa berbuat banyak. “Gila itu orang. Tapi maaf ya. Coba tanya saja langsung ke pimpinan Dewan. Kalau saya ngomong takut salah,” kata Dani.

Dikonfirmasi Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Setwan Upu Tri Puspa juga membenarkan ada anak buahnya yang nakal. “Tapi orangnya juga sudah mau membayar uang para anggota Dewan dan pegawai Setwan kok. Jadi untuk lebih jelasnya nanti saja kalau memang orang yang bersangkutan sudah selesai membayarnya atau sebaliknya,” katanya singkat.

Upu enggan membeberkan keterangan lebih lanjut lantaran oknum sudah berkomitmen akan membayarnya. “Hal ini sudah disepakati dengan anggota Dewan juga,” imbuhnya. (Umam/RBG)