Gaji Guru Honorer Dibayarkan Pekan Depan

0
1244

SERANG – Curhatan para guru honorer SMA/SMK negeri se-Banten yang gajinya belum dibayar langsung ditindaklanjuti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani. Kemarin (27/1) pagi, ia langsung memanggil seluruh stafnya yang membidangi persoalan gaji guru honorer.

Tabrani mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat, ada beberapa hal yang membuat gaji para guru non-ASN itu terlambat dibayarkan. “Tapi, mudah-mudahan pekan depan sudah dibayarkan,” ujar Tabrani, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang guru honorer dari salah satu SMA negeri di Kota Serang mengaku belum menerima gaji bulan ini. Padahal, biasanya ia bersama teman-temannya menerima hak mereka sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Namun, di awal tahun ini, para guru honorer itu belum menerima gaji mereka hingga menjelang akhir bulan. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, jumlah guru honorer SMA/SMK negeri di Banten ini mencapai 5.300 orang.

Tabrani mengungkapkan, salah satu penyebab keterlambatan pembayaran gaji itu adalah verifikasi dan validasi data jumlah guru honorer yang berada di bawah kewenangan Pemprov Banten. Jumlah pahlawan tanpa tanda jasa ini fluktuatif lantaran ada perubahan jam mengajar, guru yang berhenti, honorer yang diangkat menjadi calon aparatur sipil Negara (ASN), hingga pindah tempat kerja. “Jangan sampai data itu menjadi tidak valid. Maka perlu dilakukan verifikasi dan validasi,” terangnya.

Ia mengatakan, proses verifikasi dan validasi data itu ditargetkan rampung pekan ini. Selanjutnya, Dindikbud akan melakukan penetapan pada awal pekan depan, sehingga pembayaran gaji para guru honorer juga dapat dibayarkan pekan depan.

Kata dia, keterlambatan pembayaran gaji para guru honorer di awal tahun memang kerap terjadi dari tahun ke tahun. Ia pun berharap para guru honorer itu dapat memakluminya. Bahkan, gaji ASN bulan ini juga terlambat dibayarkan. Namun, apabila data sudah valid, ia memastikan pembayaran gaji mereka akan lancar di bulan-bulan berikutnya.

Selain itu, penyebab terakhir keterlambatan pembayaran gaji ini adalah pihak yang melaksanakan pembayaran gaji guru honorer ini kerap berubah-ubah. “Yang melaksanakan pembayaran itu berubah-ubah,” ungkap mantan Kepala Dindikbud Kota Tangerang ini.

Diungkapkannya, berdasarkan informasi yang diterimanya, pada 2017-2018 lalu pembayaran gaji dilaksanakan di Dindikbud. Kemudian, pada 2019 beralih ke kantor cabang dinas. Sedangkan pada tahun 2020 beralih ke sekolah. Namun, untuk tahun ini, ia sudah menetapkan pembayaran gaji akan dilakukan di Dindikbud lagi. “Perubahan-perubahan itu lah yang akhirnya menyebabkan keterlambatan. Makanya saya sudah bilang ke teman-teman (pegawai Dindikbud-red) harus konsisten bahwa sesuai aturan pembayaran honor di dinas,” tegasnya. Dengan begitu, diharapkan keterlambatan pembayaran gaji para guru honorer itu dapat diminimalisasi.

Menanggapi hal itu, salah seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya berharap gaji mereka dapat segera dibayarkan. Meskipun ada keterlambatan di awal tahun lantaran ada proses verifikasi dan validasi data, tetapi tidak sampai akhir bulan. “Karena kan ada makanan yang harus dibeli, cicilan yang harus dibayar. Kami harap bisa segera,” lirihnya. (nna/air)