Gak Pakai Ribet, Bikin Kartu Kuning di Disnaker Kota Tangerang Lebih Cepat

Ilustrasi/ Inet

TANGERANG – Pembuatan kartu kuning di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang kini sudah dilayani menggunakan sistem komputerisasi. Sistem ini digunakan agar pelayanan menjadi lebih cepat dan pencari kerja tidak perlu lagi direpotkan dengan membawa banyak berkas. Penerapan aturan ini dimulai sejak awal tahun 2016.

“Aplikasinya telah selesai dibuat Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Penerapan ini buat mempermudah pencari kerja membuat kartu kuning,” kata Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Kota Tangerang Mahdiar, kemarin, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Jika biasanya pencari kerja harus membawa berkas data diri dan pas foto. Kali ini cukup  melampirkan identitas diri yang diinput secara langsung ke komputer. Begitu pula dengan foto, bisa dilakukan di lokasi seperti pembuatan E-KTP di kecamatan. Pihaknya telah menyediakan kamera yang ditempatkan di layar komputer untuk langsung memotret pencari kerja.

“Petugas akan menanyakan langsung data diri pemohon kartu kuning yang dicocokan dengan KTP. Setelah data lengkap, kartu kuning langsung dicetak,” ujarnya.

Dengan adanya sistem ini, kata dia, proses pembuatan kartu kuning menjadi lebih cepat dan efisien. “Pembuatan satu kartu kuning hanya membutuhkan lima menit bahkan kurang dari itu,” ungkapnya.

Dalam sehari, jumlah pemohon kartu kuning di Kota Tangerang mencapai 200 orang. Jumlah itu berubah tergantung waktunya. Kalau habis lulus sekolah biasanya banyak.

Di kantor Disnaker ada tiga loket yang melayani proses pembuatan kartu kuning. Dengan menggunakan sistem ini, maka Disnaker akan memiliki database mengenai klasifikasi pencari kerja seperti pendidikan, usia, tempat tinggal dan lainnya.

“Kita kelompokan klasifikasi pencari kerja. Sistem ini memudahkan kita mendapatkan data pencari kerja dan tersimpan, serta mengurangi penggunaan kertas. Hasilnya lebih bagus dari pada sistem manual dengan tulisan tangan,” ujar Mahdiar. (RB/dus)