Gali Potensi Pendapatan Daerah, ASDP Ajak Pemkot Cilegon Kerja Sama

0
109
Suasana di depan kantor PT ASDP Merak.

PULOMERAK – Potensi pendapatan asli daerah (PAD) di Pelabuhan Merak dan Terminal Terpadu Merak (TTM) masih bisa digali oleh Pemkot Cilegon. Potensi paling besar terdapat pada kerja sama penggunaan lahan milik Pemkot Cilegon yang ada di antara Pelabuhan Merak dan TTM.

Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni di kantor ASDP Merak, Jumat (4/5). Menurutnya, angka PAD yang bisa diraup Pemkot Cilegon sangat besar. “Pemerintah pusat mengharapkan terintegrasi antara kereta api, TTM, dan ASDP. Ada lahan yang dimiliki Pemkot Cilegon, tapi ada juga lahan yang dikelola Kemenhub. Nah, yang dimiliki Pemkot itu yang bisa dikerjasamakan,” ujarnya.

Untuk bisa bekerja sama, menurut Fahmi, sebenarnya sudah dibangun oleh tim dari ASDP pusat. Sejumlah pertemuan sudah dilakukan antara perwakilan ASDP dengan Pemkot Cilegon. Namun menurut Fahmi, pertemuan itu sifatnya masih tingkat koordinasi awal. Sedangkan untuk pembahasan secara teknis belum dilakukan. “Mereka sepakat menjadwalkan untuk membicarakan hal lebih teknis,” katanya.

Koordinasi yang sudah terbangun baru pada pembahasan kerja sama penggunaan lahan yang berada di sekitar TTM, seluas kurang lebih enam hektare. Di tanah milik Pemkot itu rencananya akan dijadikan area bisnis dan disesuaikan dengan bidang yang ada di PT ASDP. “Untuk pengelolaan area bisnis itu nanti sepenuhnya akan berada di bawah ASDP karena proses pembangunan area itu dilakukan oleh ASDP,” katanya.

Disinggung menggenai sektor sumber PAD Kota Cilegon, menurut Fahmi, belum ditetapkan apakah dalam bentuk sewa lahan atau bentuk kerja sama lainnya. “Tim konsultan kita yang akan mendesain. Kalau sekarang belum. Satu sampai dua tahun ke depan itu akan bagus, itu akan jadi kebanggaan masyarakat Cilegon,” katanya.

Rencananya, lanjut Fahmi, jika kerja sama itu terjadi, masyarakat yang ada di lahan itu akan direlokasi ke lahan lain milik Pemkot Cilegon yang tak jauh dari daerah itu. Pembangunan tempat relokasi akan ditanggung oleh ASDP. “Akan direlokasi ke atas, di sana katanya ada tanah milik Pemkot Cilegon juga seluas dua hektare,” ujarnya.

Sedangkan lahan yang berada dekat proyek dermaga eksekutif, lanjut Fahmi, itu akan dijadikan akses ke dermaga. Menurutnya, itu peluang besar bagi Pemkot Cilegon untuk menggali PAD. Namun, perlu dibahas lebih mendalam antara PT ASDP dan Pemkot Cilegon.

Sebelumnya, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten Johnny Siagian pun menuturkan hal yang sama dengan Fahmi. Pemkot Cilegon masih memiliki peluang untuk menggali pendapatan daerah dari potensi daerah baik terminal maupun pelabuhan. Yaitu, dengan membangun kerja sama dengan PT ASDP selaku pengelola.

Kerja sama penggunaan lahan itu menurutnya menjadi solusi terbaik dan sangat menguntungkan baik bagi pelabuhan dan terminal serta Pemkot Cilegon. Rencana ASDP membangun dermaga eksekutif serta strategisnya lahan untuk pengembangan bisnis pelabuhan dan terminal itu menjadi kesempatan besar bagi pemerintah daerah untuk meraup PAD. Menurutnya, hal itu pun sedang dilakukan. “MoU antara walikota dan ASDP sudah dilakukan,” ujar Johnny.

Sementara itu, Kepala TTM Sugiyo belum berhasil dikonfirmasi. Upaya Radar Banten mendatangi kantor TTM serta mengonfirmasi melalui sambungan telepon selular belum berhasil. Saat disambangi, Sugiyo mengaku sedang rapat. Saat dihubungi melalui telepon, Sugiyo tidak mengangkat. (Bayu Mulyana/RBG)