Gali Sumur, Warga Temukan Dua Kerangka Manusia

Warga menunjukkan kerangka manusia yang ditemukan saat menggali sumur Masjid Darussalam di lingkungan Medaksa Sebrang, RT/RW 05/05, Kelurahan Taman sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

PULOMERAK – Warga lingkungan Medaksa Sebrang, RT/RW 05/05, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, geger karena ditemukan dua kerangka tubuh manusia. Dua kerangka utuh ditemukan warga saat menggali sumur untuk masjid.

Penemuan kerangka manusia itu berawal dari kerja bakti sosial masyarakat lingkungan Medaksa Sebrang. Warga bergotong royong membuat sumur berukuran 3 x 2 meter untuk keperluan Masjid Darussalam.

Saat lubang sumur mencapai kedalaman kurang dari tiga meter, warga kaget karena melihat kerangka manusia. Setelah digali, kerangka itu masih utuh dari tengkorak kepala hingga kaki. Namun, kondisi tengkorak dalam keadaan rusak.

Di sisi yang lain dengan kedalaman yang sama, warga kembali menemukan kerangka tubuh manusia. Sama utuhnya seperti kerangka yang pertama, tetapi kondisinya jauh lebih baik. Tengkorak kepala tidak rusak dan berukuran lebih besar dari kerangka yang ditemukan sebelumnya.

“Penemuannya minggu kemarin. Tengkorak yang kedua itu ketemunya sekira satu meter dari yang pertama. Kan sumurnya lebar, Pak. Pas gali pertama nemu satu. Nah, pas mau menggali yang sampingnya satu meteranlah jaraknya, nemu lagi satu,” ujar Ketua RT 05 Uning kepada Radar Banten, Kamis (13/9).

Menurut Uning, setelah kerangka itu diangkat dari dalam tanah, warga yang telah meminta arahan dari tokoh masyarakat dan lurah pun memutuskan untuk memakamkan kembali dua kerangka manusia itu. Namun, sebelum dimakamkan kerangka itu kembali dikafani oleh masyarakat.

Diceritakan Uning, warga menduga kerangka manusia itu merupakan korban letusan Gunung Krakatau 1883. Dugaan itu menguat karena penemuan tengkorak bukan hanya kali ini saja. Terhitung dengan kejadian minggu lalu, warga sudah tiga kali menemukan kerangka manusia.

Pertama, saat pembuatan lapangan sepak bola. Saat itu melakukan perataan tanah menggunakan alat berat, kerangka manusia yang ditemukan dengan jumlah banyak. Uning mengaku lupa jumlah kerangka manusia itu dan kapan waktu persis ditemukannya.

Kedua, lanjut Uning, saat warga membangun saluran air selokan. Saat itu warga menemukan satu kerangka manusia. Lagi-lagi, Uning mengaku lupa kapan penemuan kerangka itu. Yang ia ingat penemuan pertama sudah terjadi sangat lama beberapa tahun lalu.

Selain itu, keyakinan warga jika kerangka manusia itu merupakan korban letusan Gunung Krakatau karena salah satu ukuran kerangka yang ditemukan di galian sumur masjid itu berukuran besar. “Kalau yang tengkoraknya rusak itu ukuran orang kita, tapi kalau yang masih utuh kayaknya orang luar deh sebab ukurannya gede, tulang-tulangnya juga panjang dan gede-gede,” tutur Uning.

Menurut Uning, penemuan kerangka manusia itu membuat warga geger karena ditemukan dua sekaligus. “Sebenarnya warga sudah biasa kalau menemukan tengkorak, tapi ini gegernya dua sekaligus di satu lokasi,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Tamansari Edy Sugara menjelaskan, penemuan kerangka manusia itu diurus langsung oleh warga. Warga sepakat untuk tidak melaporkan penemuan itu ke polisi. Dengan berbagai pertimbangan, warga memutuskan untuk langsung memakamkan kembali kerangka itu.

Saat ditanya apakah lokasi penemuan kerangka manusia itu bekas area permakaman atau bukan, Edy mengaku tidak bisa memastikan. Namun, dari keterangan sejumlah warga yang sudah lama tinggal di lingkungan itu, lokasi penemuan merupakan bekas permakaman.

“Habis warga lapor nemu itu, saya langsung tanya ke orang-orang lama, yang sudah tualah, tapi katanya memang tanah di Medaksa itu dulunya permakaman,” ujarnya. (Bayu M/RBG)