Gandeng Toyota, Mobil Perdesaan Dipatok Rp60 Juta

0
523 views
Ilustrasi Toyota. Foto: AFP

TRANSPORTASI di sektor pertanian diharapkan bisa terbantu dengan keberadaan mobil perdesaan.

Kementerian Perindustrian menyebutkan, purwarupa mobil tersebut bakal rampung Agustus 2017.

Pemerintah berencana menggandeng Toyota dan Daihatsu untuk mendukung program itu.

General Manager External Affairs Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Teguh Trihono tak menampik bahwa memang ada rencana kerja sama dengan pemerintah.

”Intinya, kami siap mendukung Kementerian Perindustrian dalam mewujudkan mobil perdesaan,” ujarnya menjawab pertanyaan Jawa Pos, Minggu (12/2).

Namun, Teguh belum bisa menjelaskan mengenai detail spesifikasi yang mendalam.

Apakah sudah ada kepastian bahwa Toyota akan merancang mesin baru atau menggunakan mesin yang lama.

Termasuk timeline realisasinya, dia enggan berkomentar lebih jauh.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan, mobil perdesaan akan dijadikan pengganti kendaraan angkut pertanian seperti grandong.

”Selama ini untuk mengangkut hasil pertanian, para petani membuat alat angkut rakitan dari mesin diesel. Karena buatan sendiri, grandong tidak memenuhi standar keamanan,” jelasnya.

Kemenperin mengungkapkan, saat ini ada lima purwarupa yang telah dites jalan 100.000 kilometer serta uji emisi.

Hasilnya lulus. Harga mobil diperkirakan dibanderol Rp60 jutaan.

”Rp60 juta itu basis produk. Nanti tinggal ditambah aksesorinya. Desain yang dilakukan Kemenperin ini bersifat open source. Jadi, produksi juga bisa dilakukan di berbagai tempat, termasuk di bengkel-bengkel desa,” ungkap Putu.

Dia menuturkan, pihaknya juga akan berupaya menggandeng beberapa pihak untuk terlibat dalam produksi mobil perdesaan, termasuk produsen otomotif di Indonesia. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memasok mesin bagi mobil pedesaan.

”Kami sedang mencoba kerja sama dengan Toyota dan Daihatsu, terutama untuk komponen kritikal seperti mesin dan transmisi,” terangnya. (agf/c25/sof/JPNN)