SERANG – Usai otopsi selama 4 jam kepada dua jenazah yang sebelumnya diduga over dosis meminum miras, Afifah (19) dan Atifah (19), tim forensik RSUD Serang menemukan terdapat asfiksia atau gangguan pertukaran oksigen di dalam tubuh kedua jenazah.

Baca: Dua ABG di Kota Serang Tewas Tenggak Miras Oplosan

“Tadi kita memeriksa dua jenazah berjenis kelamin perempuan. Temuan sementara tidak menemukan luka pada tubuh yang mengakibatkan kematian, namun ditemukan asfiksia atau gangguan pertukaran oksigen,” ungkap dr Budi Suhendar, tim forensik RSUD Serang, kepada wartawan, Rabu (28/1/2015).

Budi menjelaskan, asfiksia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya gangguan pertukaran udara pernapasan, yang mengakibatkan oksigen darah berkurang disertai dengan peningkatan karbon dioksida. Dengan demikian organ tubuh mengalami kekurangan oksigen dan terjadi kematian. “Ini membuat korban sebelum meninggal mengalami suatu keadaan dimana ia bernafas secara cepat,” kada Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, terdapat busa pada mulut kedua jenazah. Namun posisi busa tidak sama antara kedua jenazah. Kendati demikian dirinya tidak dengan jelas menyebutkanya. “Yang satu di luar dan yang satunya lagi posisinya berada di dalam,” jelasnya.

Budi menjelaskan, untuk mengetahui kepastian zat apa yang terdapat di dalam jenazah pihaknya harus melakukan pemeriksaan lanjutan laboratorium sehingga hasilnya lebih terperinci, dan setidaknya membutuhkan waktu dua pekan.

Sementara itu, Kanit IV Reskrim Polres Serang Iptu Okta mengatakan, proses otopsi pada korban dilakukan karena pihak keluarga juga ingin mengetahui penyebab kematian keduanya. “Karena kita mendapat laporan dari masyarakat terkait kejadian ini, makanya kita langsung melakukan otopsi, selain memang pihak keluarga yang masih tanda tanya akan kejadian ini,” jelasnya.

Pantauan radarbanten.com, otopsi dilakukan sekitar pukul 14.45 WIB sampai dengan pukul 17.45 WIB. Nampak anggota keluarga dan teman korban menanti di dekat Ruang Forensik RSUD Serang. Usai dilakukan otopsi jenazah langsung dibawa menuju kediaman masing-masing, untuk kemudian dimakamkan. (Fauzan Dardiri)