Ganja 159 KG Dalam Peti dan Panel

0
765 views
Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar (empat dari kiri) menunjukan barang bukti ganja saat ekspos di Mapolda Banten,Kamis (30/7).

SERANG – Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten mengungkap kasus penyelundupan narkoba jenis ganja dengan berat total 159 kilogram (kg), Kamis (23/7). Penyelundupan ganja tersebut dilakukan oleh sembilan pelaku dengan modus menyimpannya di dalam peti dan panel pemancar.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fiandar mengatakan ganja tersebut diamankan di rest area Tol Tangerang Merak, Cipocokjaya, Kota Serang. Sembilan pelaku yang diamankan, SP (33), RN (31), MN (43), HN (39), FR (39) yang merupakan warga Aceh, BY (35), YN (30) dari Jakarta serta AS (37), MR (31) dari Bogor. Para pelaku tersebut diamankan di tiga lokasi, di Kota Serang, Jakarta dan Bogor. “Tersangka ini saling berbagi peran, ada pengirim, pengawas dan penerima,” kata Fiandar, Kamis (30/7).

Ganja asal Aceh tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Adapun modusnya yaitu dengan mengirim ganja tersebut menggunakan jasa pengiriman. Agar tidak dicurigai para pelaku mengemas ganja tersebut kedalam peti dan empat buah panel Telkom untuk mengelabui petugas yang berada di lapangan. “Barang Bukti yang telah diamankan yaitu 1 unit mobil merk Hino, 1 buah peti kayu warna merah marun berisi 99 paket dilakban coklat diduga berisi narkotika jenis ganja dan 4 buah fiber di dalamnya berisikan masing-masing 15 paket dilakban coklat berisi narkotika jenis ganja Total 159 Kg, dan yang lainnya,” kata Fiandar.

Direktur Resnarkoba Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Susatyo Purnomo Condro mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula pada awal Juli 2020. “Kita mendapatkan informasi akan ada pengiriman ganja dengan jumlah besar dari Aceh menuju Jakarta yang kemudian dilakukan pendalaman informasi,” kata Susatyo.

Pada 18 Juli tim surveilance di Aceh monitor barang di Cipta Mandiri Cargo dan diberangkatkan ke Jakarta. Kemudian pada 23 Juli target termonitor telah tiba di Bakauheni Lampung dan akan menyebrang ke Merak. Lalu tim melakukan penghadangan di rest area tol Tangerang-Merak kilometer 64. Ditemukan barang bukti jenis ganja dalam truk pengiriman barang. “Setelah itu tim melakukan control delivery hingga ke kantor CMC di Cideng Jakpus (Jakarta Pusat-red), kemudian tim gabungan melakukan penangkapan serentak di 3 lokasi berbeda Cideng Jakpus dengan dua tersangka, Parung Bogor dua tersangka dan Aceh lima tersangka,” kata Susatyo.

Akibat perbuatannya kesembilan tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) pasal 111 ayat (2) pasal 132 ayat (2) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamannya pidana mati,” tutur Susatyo. (mg05/nda)