GAPPMI: Demo Pengujian Air Mineral Hoax

SERANG – Beberapa waktu belakangan ini tersebar video mengenai pengujian air mineral mengandung zat besi. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menyatakan bahwa isi dari video tersebut adalah tidak benar alias hoax, informasinya salah dan menyesatkan.

GAPMMI secara konsisten memperjuangkan terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi industri makanan dan minuman melalui pengadaan produk pangan yang aman bagi masyarakat.

“Video Hoax mengenai demo pengujian air mineral sangat menyesatkan dan merugikan konsumen karena menghilangkan kesempatan konsumen untuk memilih produk pangan olahan yang sudah disetujui oleh Pemerintah (telah memiliki izin edar dari Badan POM RI dan sertifikasi SNI oleh LSPRO), ” tulis keterangan resmi GAPMMI, bersama ASPADIN1, Kementerian Perindustrian RI, dan Badan POM RI yang diterima Radar Banten, Jumat (10/7/2020).

GAPMMI mengapresiasi Badan POM RI karena sigap mengklarifikasi video hoax yang tersebar di masyarakat melalui website www.pom.go.id dan berbagai kanal media sosial resmi Badan POM. “Produk pangan yang mendapatkan izin edar Badan POM RI, adalah produk yang telah memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi sebelum diedarkan, termasuk kandungan cemaran sesuai standar keamanan dan mutu produk pangan yang telah ditetapkan. Demikian juga dengan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Badan POM RI tidak akan memberikan izin edar terhadap produk AMDK yang memiliki kandungan cemaran melebihi batas yang ditentukan. Jadi produk di pasaran yang telah memiliki izin edar Badan POM aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tulis GAPMMI lagi.

GAPMMI berharap agar pihak yang berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang sengaja membuat dan menyebarkan video hoax. Hal ini untuk menjamin kelangsungan dan kestabilan pelaku usaha yang selalu mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah.

GAPMMI juga berharap dan percaya masyarakat bijak dalam menanggapi video hoax ini. GAPMMI mengajak masyarakat sebagai konsumen yang cerdas untuk menolak dan tidak mempercayai video hoax yang beredar di media sosial. Berita-berita tidak benar sangat mengganggu perekonomian nasional serta melemahkan ketahanan nasional dan merugikan masyarakat Indonesia sendiri. (alt)