Gara-gara Foto Berdua, Suami Jadi Murka

“Saya tahu, saya ini enggak ganteng-ganteng amat, tapi kan enggak seharusnya dia pasang foto di FB sama cowok lain!” kata Panjul (32) bukan nama sebenarnya kepada Radar Banten.

Lantaran termakan omongan tetangga dan rekan sekerja, Panjul tega menceraikan istri tercinta, sebut saja Mona (28). Bukan karena tak cinta, ia kecewa dan sakit hati melihat unggahan sang istri dengan seorang lelaki yang tak lain sahabatnya sendiri. Aih-aih.

Parahnya, meski caption di fotonya sudah sangat jelas kalau Mona bertemu sahabat lama, Panjul tak percaya. Ia lebih mendengar omongan orang tentang hubungan terlarang istrinya dengan lelaki itu daripada penjelasan langsung dari sang istri tercinta. Atuh jangan asal tuduh begitu, Kang!

“Saya enggak asal tuduh, sudah banyak orang bilang lihat mereka pergi berduaan. Lagian juga foto berdua di tempat makan di mal gitu, ngapain lagi mereka selain pacaran,” tukas Panjul emosi.

Meski Mona sudah berkali-kali tidak mengaku sampai menelepon sang lelaki untuk bicara dengan suami, Panjul tetap tidak mau mengerti. Baginya, kalau sudah kecewa apalagi jelas diselingkuhi, tidak akan ada kata maaf untuk sang istri. Tanpa banyak berpikir, perceraian menjadi akhir dari semua perselisihan. Emang enggak coba dirundingin dulu gitu, Kang?

“Kejadian kayak gini mah enggak usah dirundingin, saya enggak tahan dengar omongan orang tentang istri yang suka jalan sama cowok lain. Pokoknya lebih baik cerai!” ungkap Panjul.

Seperti diceritakan Panjul, ia dan Mona sebelumnya memang belum kenal lama. Baru bertemu dua bulan, langsung menuju pernikahan. Jadi, wajar saja jika belum tumbuhnya rasa kepercayaan. Kalau kata orang sih, mereka pasangan yang masih labil. Sama-sama belum yakin dengan pilihan hati.

Ini disebabkan karena usia keduanya yang sudah saatnya menikah, terlebih ditambah dengan rongrongan kedua orangtua. Sekalinya dapat calon, langsung saja menetapkan hati menjadikan pendamping hidup. Padahal pernikahan bukan suatu permainan yang bisa memilih pasangan tanpa pertimbangan.

Panjul sebenarnya lelaki mapan, hidup dengan harta tercukupi dari orangtua. Tapi karena tampangnya yang biasa dan sifatnya yang manja, ia sulit mendapatkan wanita. Ya bagaimana mau punya pacar, sama teman aja terkadang dia suka marah. Padahal cuma bercanda, tapi emosiannya luar biasa.

Hingga suatu hari, sang ayah memperkenalkan Panjul dengan anak rekan sekerja di kantor. Wanita itu tak lain ialah Mona. Perempuan cantik berkulit putih dan berambut lurus itu sebenarnya tidak mau dinikahkan dengan Panjul. Wajarlah, kalau boleh dibilang sih, Mona dan Panjul bagaikan langit dan bumi. Jauh perbedaannya. Panjul biasa saja, tak tampan dan terkesan wajah kampungan, sedangkan Mona cantik luar biasa.

Ketika pertama melihat, Panjul jatuh cinta. Ia pun mengutarakan keinginan kepada sang ayah. Jadilah urusan cinta mereka diatur kedua orangtua. Kabarnya, waktu itu Mona sempat menangis lantaran tak mau dijodohkan dengan Panjul. Tapi karena desakan ayahnya, Mona terpaksa bersedia memakai kebaya untuk melangsungkan acara pertunangan. Astaga.

Sebulan kemudian, mereka melangsungkan pernikahan. Mona terlihat cantik di pelaminan, bersanding dengan Panjul yang mengenakan gaun pengantin mewah. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri dan bersiap membangun bahtera rumah tangga.

Di awal pernikahan, Mona mencoba menerima Panjul apa adanya. Melayani semua keperluan suami, membuat Mona menjadi istri idaman lelaki. Sang suami pun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk sang istri. Mulai dari membeli rumah, sampai kendaraan pribadi, semua hanya untuk sang istri. Pokoknya, apa pun yang Mona minta, pasti dikabulkan oleh Panjul.

Yang namanya pengantin baru, wajar jika banyak diserang pertanyaan dari orangtua terkait kehamilan. Dan yang terjadi, Mona tak kunjung mendapat kabar gembira itu. Berkali-kali mencoba tapi sia-sia, mereka sering datang ke klinik dan dokter kehamilan untuk konsultasi agar segera diberi momongan. Tapi apalah daya, mungkin Tuhan masih belum mengabulkan, Mona dan Panjul masih belum dikaruniai keturunan.

Sejak saat itulah Panjul mulai uring-uringan. Bersikap cuek dan tak romantis pada istrinya. Tak sengaja bertemu dengan sahabat waktu SMA. Mona pun mengunggahnya. Karena sahabatnya seorang laki-laki dan jauh lebih ganteng dibandingkan suami, hal itu menimbulkan pertanyaan dari teman-teman Panjul.

Bagai menunggu bom waktu yang cepat atau lambat akan meledak, entah siapa yang tak produktif, yang jelas bagi Panjul, dengan kelakuan sang istri yang berfoto dengan lelaki lain, menjadi bukti kuat kalau selama ini Mona mencari pelarian karena tak juga mendapatkan buah hati. Apa mau dikata, keributan pun terjadi.

Selepas azan magrib berkumandang, ketika orang-orang berbondong menuju tempat peribadatan, Panjul yang baru pulang bekerja tak bisa menahan amarah yang terlanjur membara.

“Brakkk,” suara pintu ditendangnya.

Sang istri yang sedang mengambil wudu di dapur kaget bercampur kesal, ditinggalkannya keran air yang masih mengucur, menciptakan suara air yang membentur lantai. Ia lekas menuju ruang depan, ditemuinya sang suami dengan wajah penuh amarah.

“Apa-apaan sih, Kang?” teriak Mona membentak suaminya.

“Dasar istri engga bisa menghargai suami, foto mesra-mesraan sama lelaki di FB, memangnya saya ini kamu anggap apa?” balas Panjul membentak.

“Ya ampun, Kang itu mah teman lama, sahabat SMA, kalau enggak percaya, nih saya telepon orangnya,” terang Mona.

“Temen lama, temen lama, kalau kayak gini caranya, mending kita bubar saja,” kata Panjul.

Seolah tak ada penyesalan di hati sang istri, Mona pun menyetujui kemauan Panjul. Rumah tangga yang baru dibangun beberapa tahun itu sirna hanya karena bisikan tetangga dan rekan kerja. Panjul yang sudah terlanjur kecewa, tak bisa mengontrol emosinya. Kedua keluarga pun tak berdaya, kedua anak mereka berpisah untuk selamanya.

Ya ampun, sabar ya Kang Panjul dan Teh Mona. Mungkin ini sudah takdir Sang Kuasa. Lain kali harus bisa menjaga perasaan pasangan, supaya tidak terjadi salah paham. Semoga Kang Panjul dan The Mona segera dipertemukan dengan jodohnya lagi. Amin. (Daru-Zetizen/RBG)