Gara-gara Jepit Rambut Jadi Ribut

Nina (34), nama samaran, dalam menjalani rumah tangganya bersama suami, sebut saja Alex (35) cukup bahagia. Bahkan, dari hasil pernikahan mereka yang memasuki usia tujuh tahun sudah dikaruniai dua anak. Hanya saja, selama berumah tangga Nina selalu dihantui kegelisahan gara-gara sering melihat Alex membawa barang perempuan di genggamannya. Yassalam.

Nina memang mempunyai suami yang sering bepergian ke luar kota. Eit, bukan jalan-jalan ya, tapi menjalani usaha. Ya, Alex mempunyai usaha membuka kios penjualan pakaian, termasuk barang-barang perempuan, seperti jepit rambut dan kosmetik. Namun, belum diketahui Nina. Maka tak heran, Nina selalu curiga setiap melihat suaminya pulang ke rumah membawa barang-barang yang sejatinya digunakan oleh perempuan.

“Kalau saya tanya itu punya siapa, pasti jawabannya enggak jelas,” kesalnya. Mungkin enggak dengar kali Mbak Ninanya.

Diakui Nina, Alex cowok satu-satunya yang paling ia cintai dari pertama bertemu pada masa kuliah. Sosok Alex yang gaul dan hobi nge-band, membuat Nina jatuh cinta setengah gila. “Kalau lihat dia lagi main musik, saya suka tersanjung,” kenangnya. Lebay deh.

Alex juga orangnya ngocol, humoris, dan pandai bergaul sehingga banyak relasi sana-sini. Termasuk di lingkungannya, Alex orangnya suka berbaur. Begitu pun Nina, orangnya cantik, salehah, dan pandai mengaji. Tentunya, banyak pria yang mengincarnya. Saat ditemui Radar Banten di Alun-alun Kota Serang, Nina kebetulan sedang sibuk mengontrol toko pakaian milik suaminya. Sambil menunggu waktu azan magrib, Nina pun mau bercerita panjang lebar tentang rumah tangganya yang sempat diwarnai kegelisahan gara-gara jepit rambut wanita. “Saya sih enggak berani sampai marah-marah banget ke suami. Paling cuma bisa cemberut doang,” ujarnya. Jangan dicemberutin juga Mbak, ntar enggak dikasih jatah loh, hayo!

Pertemuannya dengan Alex terjadi pada masa kuliah. Mereka pacaran berkat dicomblaingin teman. Karena sering dinyanyikan lagu romantis dan selalu dispesialkan oleh Alex di kampus, Nina semakin tersanjung dan terlena dibuatnya. Meski semasa mereka pecaran tak mendapat restu orangtua.

Ayah Nina ingin menikahkannya dengan lelaki pilihan mereka, anak pondok pesantren karena dinilai paham agama. Bahkan Nina hampir dijodohkan dengan salah satu lelaki pilihan ayahnya. Beruntung, Nina mendapat pembelaan dari ibunya dan membiarkannya menentukan pilihan hidup sendiri. Setelah lulus kuliah, Nina nekat mengenalkan Alex kepada keluarganya. “Dia saya suruh pakai baju koko, peci, sama celana bahan. Pokoknya biar kelihatan alimlah,” ungkapnya. Wah pemalsuan tuh.

Awalnya Alex canggung berbicara di depan keluarga Nina dengan pakaian yang memang bukan style-nya. Biasanya Alex berpenampilan selengean, celana rombeng, kaos oblong dengan deretan gelang di tangan dan lehernya layaknya anak-anak band. Namun, demi Nina, Alex mencoba bersikap santai. Trik itu pun jitu. Alex akhirnya direstui untuk meminang Nina. Sampai akhirnya sebulan kemudian, mereka menikah dengan resepsi pernikahan cukup meriah. Setelah berumah tangga, Alex mulai mengurangi jadwal main band dan fokus mencari nafkah. Bekerja sama dengan teman, Alex membuka kios pakaian remaja. Nina juga sering diajak suaminya keliling mendirikan kios dadakan di setiap acara anak muda di luar kota. “Pernah diajak ke Jakarta juga. Wah pokoknya ngalamin susah senang bersama,” kenangnya. So sweet.

Setahun kemudian, Nina melahirkan anak pertama. Sejak itu, Alex tak pernah lagi mengajak Nina menjalani usahanya. Nina diminta fokus mengurus anak dan rumah yang dibangun Alex dari keuntungan usahanya. Tentunya Nina menurut apa kata suami. Menjalankan usahanya, Alex pergi bisa sampai satu pekan lebih. Tak lupa mereka intens berkomunikasi melalui sambungan telepon seluler untuk mengobati kerinduan. “Pokoknya komunikasi kita tak pernah terputus meski terpisah jarak dan waktu. Pokoknya setiap hari saya minta dia wajib nelepon,” tegasnya. Segitunya.

Hingga suatu hari, Alex pulang ke rumah dan Nina menemukan peralatan wanita berupa mikap wanita dan jepit rambut di mobilnya. Awalnya Nina bersikap biasa dan tidak curiga. Barang-barang itu justru ia rapikan dan diletakkan di bagasi. Nina hanya menanyakan pada Alex dan memberitahu kalau ada barang wanita di mobil. “Tapi Mas Alex waktu itu pas ditanya cuma diam dan ngangguk doang. Makanya, saya jadi bertanya-tanya,” ujarnya.

Setelah diberi tahu salah satu rekan bisnis Alex kalau suaminya sering mengantar pulang pelanggan wanita setiap malam, Nina langsung dibakar api cemburu. Ia pun mulai curiga kalau barang-barang wanita yang ditemukan di mobil suaminya itu bukti Alex mempunyai wanita simpanan. “Saya emosi, tapi enggak berani ngebentak dan marah-marah langsung ke suami,” keluhnya.

Mendengar laporan itu dan temuan barang wanita di mobil suami, Nina hanya bisa cemberut. Sayangnya Alex tidak peka dengan perubahan sikap Nina. Sampai akhirnya Nina mencurahkan isi hatinya kepada orangtua. Mendengar keluhan Nina, ayahnya langsung murka hingga terjadilah keributan antara menantu dan mertua. “Pas udah ribut sama bapak saya, Mas Alex marah beneran ke saya. Dia bilang saya nuduh selingkuh tanpa bukti yang kuat,” kesalnya. “Soal jepit rambut dan alat mikap Mas Alex tetap enggak mau ngaku, cuma diam aja,” kesalnya.

Berkat nasihat ibunya, Nina dan Alex masih mempertahankan hubungannya dan mencoba untuk menyelesaikan persoalan yang simpang siur itu secara baik-baik dengan kepala dingin. Hasil musyawarah, keduanya memutuskan untuk melupakan semua yang pernah terjadi. Keterangan pemilik jepit rambut dan mikap masih menjadi misteri sampai sekarang. “Pokoknya kalau sampai ketahuan wanita pemilik jepit rambut itu, saya enggak akan maafin suami,” ancamnya. Jangan suka suuzon Mbak, bisa saja jepit rambut dan mikap memang punya Mas Alex yang dipakai kalau keluar malam saja. Eaaaa. (mg06/zai/ags)