Gara-gara Ngebut, Siswa Tewas Tabrak Tiang Listrik

SERPONG – Abimanyu Devananda (14) menghembuskan nafas terakhir dengan cara tak wajar. Siswa SMPN 11 Kota Tangsel itu tewas di tempat, setelah motor yang dikemudikannya menabrak tiang Penerangan Jalan Umum Jalan Ciater Raya, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (8/6).

Peristiwa terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Dedi, satpam perumahan setempat menuturkan korban mengendarai Mio Soul bernopol B 6124 WFP dalam kondisi ngebut.

Korban berupaya menyalip sebuah mobil, dalam posisi jalan menurun dan tikungan tajam. ”Saya lihat, dia (Abimanyu-red) oleng, tidak bisa mengendalikan motornya. Akhirnya menabrak tiang PJU yang berada di kanan pengendara motor tersebut,” ucapnya, Rabu (8/6).

Melihat pengendara motor tergeletak, Dedi berupaya meminta bantuan warga, untuk menolongnya. Namun, pengendara motor tersebut sudah tak bernyawa alias tewas di tempat. Dirinya kemudian menghubungi puskesmas Pondok Benda, untuk mengevakuasi jenazah Abimanyu.

Saksi mata lainnya, Anton menyatakan saat itu, pengendara motor dari arah Bunderan Ciater menuju Serpong. Pengendara tidak mengenakan helm. “Ban motor bagian depan ringsek, karena menghantam tiang listrik. Kepala pengendara membentur batu coran tiang PJU,” tuturnya.

Tak lama berselang, Satlantas Polres Tangsel datang ke lokasi kejadian. Bripda Suherman dan Bripda Febri melakukan evakuasi kendaraan motor korban yang ringsek, untuk diangkut ke Polres Tangsel. ”Dugaan sementara, pengendara tidak bisa mengendalikan motornya, dan akhirnya menabrak tiang JPU,” ucap Bripda Febri di lokasi kejadian.

Ibu Kandung Abimanyu, Yuli saat ditemui di puskesmas Pondok Benda menyatakan dirinya tidak menyangka, apabila anak kedua dari tiga besaudara telah meninggal dunia.

Nampak diraut wajah Yuli, menunjukkan kebingungan dan tak percaya anaknya yang masih duduk di kelas dua SMP tersebut meninggalkan dirinya selamanya.

Pasalnya dirinya tidak memiliki firasat apapun, terkait meninggalnya Abimanyu. ”Sebelum berangkat bermain ke Lengkong Gudang Timur (leguti), dia sempat meminta tukeran motor Mio Soul dengan Vario, namun saya larang. Akhirnya dia, keluar menggunakan motor Mio Soul tersebut,” terangnya

Sebelum keluar, sambung Yuli, dia korban sempat marah-marah karena dilarang bermain Playstation, saat itu sang adik sedang memainkannya.

Korban semenjak puasa biasa keluar pada pukul 14.00 dan pulang saat sore hari. ”Saya dan kakaknya sempat ribut mulut dengan korban,” ungkapnya.

Ia kesal karena tidak mau membantu orang tua dan hanya bermain di luar saja. ”Padahal, sebelum papanya berangkat dinas ke Riau, sudah diperingatkan papanya untuk menjaga keluarga,” ucapnya.

Lantaran kesal, dirinya tidak melihat Abimanyu keluar mengendarai motor tidak mengenakan helm. Biasanya, dirinya selalu memperingati korban untuk mengenakan helm.

”Dia keluar begitu saja, setelah cekcok, sambil membawa motor. Saya tidak melihat dia memakai helm. Saya dihubungin pihak puskesmas, katanya korban mengalami kecelakaan. Pas datang ke sini, ternyata dia meninggal dunia,” ujar wanita berkerudung tersebut. (Wahyu Syaifullah/Radar Banten)