Gara-gara Salah Paham, Honorer Tega Bacok Tetangga

SERANG – Emosi mengantar RD (25) menginap di dalam sel tahanan Mapolsek Cipocok. Tenaga honorer pada Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Serang itu dituduh telah membacok tetangganya, Sobri (31), Selasa (13/11) lalu.

Informasi diperoleh, peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 WIB. Kedua warga Lingkungan Kalanganyar, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang itu bersama warga lain sempat bertemu. Saat itu, sempat terjadi salah paham antara korban dan RD.

“Mungkin dia tersinggung, saya tinggal sebentar. Setelah saya balik lagi ke tempat nongkrong, dia sudah enggak ada. Kemudian saya telepon, tapi dia malah marah,” kata Sobri, Rabu (21/11).

Lantaran penasaran, Sobri bersama rekan lain mendatangi kediaman pelaku untuk menyelesaikan salah paham. Namun, emosi pelaku sudah memuncak sehingga terjadi perkelahian. “Suasana saat itu gelap, saya enggak tahu kalau pelaku sudah membawa golok. Dia ngincar kepala saya, tapi saya tangkis pakai tangan,” jelas Sobri.

Sadar dirinya telah mengalami luka bacok, Sobri mengerang kesakitan. Sementara pelaku memilih kabur. Akibat insiden itu, lengan kiri dan punggung korban mengucurkan darah lantaran sabetan benda tajam tersebut. “Kalau saya dan keluarga ingin kasusnya dilanjut. Secara pribadi saya sudah memaafkan pelaku, tapi kalau hukum kita lanjutkan,” ucap Sobri.

Atas kasus penganiayaan itu, korban melaporkannya ke Mapolsek Cipocok. Usai menerima laporan korban, polisi langsung mengejar pelaku. Jumat (16/11), polisi mengamankan pelaku ke Mapolsek Cipocok. “Sudah tersangka dan ditahan di Polsek,” kata Kanitreskrim Polsek Cipocok Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tatang Sutisna, Kamis (22/11) malam.

Tatang mengaku penyidik telah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) atas nama RD. “Pelaku dan korban ini masih saudara,” kata Tatang. (Merwanda/RBG)