Gebrakan Awal Reformasi Birokrasi

0
982
Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi menyerahkan berita acara hasil rapat pleno penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih kepada Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta, Sabtu (23/1).

Helldy Perlu Sembilan Pejabat Eselon Dua Baru

CILEGON – Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta sudah ditetapkan sebagai Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon pada Sabtu (23/1) lalu melalui rapat pleno di Hotel The Royale Krakatau.

Setelah resmi ditetapkan sebagai kepala daerah yang baru, Helldy dan Sanuji langsung membeberkan prioritas yang akan dilakukan di tahun pertama sebagai pucuk pimpinan di Kota Cilegon.

Pembenahan birokrasi diungkapkan keduanya menjadi prioritas yang akan dilakukan di tahun pertama. Keduanya mengaku akan melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Pemkot Cilegon.

Secara gamblang Walikota Cilegon terpilih Helldy Agustian menjelaskan konsep reformasi birokrasi yang dimaksud dan akan diterapkan di tahun pertama setelah ia dilantik nanti.

Dijelaskan Helldy, pertama akan membuka peluang kepada eselon tiga yang mempunyai kapasitas untuk bisa menduduki jabatan eselon dua. Hitungan Helldy, kedepan dia membutuhkan sembilan pejabat eselon dua yang baru.

Ia memastikan pemilihan eselon dua itu murni karena pertimbangan kapasitas bukan unsur-unsur lain.

“Cilegon baru adalah struktur pemerintahan yang baru, yang melayani bukan dilayani, pemerintah yang terbuka,” ujar Helldy saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan.

Helldy bahkan menyinggung tentang pegawai yang masih berpedoman pada pemerintahan yang lama. Menurutnya, jika masih ditemukan hal tersebut maka ia tak akan segan tidak memakai pegawai tersebut.

“Kita berkeinginan konsep kedepan tegak lurus dengan hukum, jadi secara otomatis tidak ada lagi legitimasi dari yang lama, kita mau bareng-bareng, yang bisa ikut barisan kita kita ajak yang enggak bisa kita minta minggir dulu,” ujarnya.

Kemudian, Helldy akan mengkaji serta mendata jumlah tenaga harian lepas (THL) yang selama ini dipekerjakan oleh Pemkot Cilegon.

Helldy mengaku akan mengkaji latar belakang pendidikan, kemampuan, serta kreatifitas THL. Selanjutnya data itu yang akan menjadi acuan penempatan kerja.

Politisi Partai Berkarya itu mengaku belajar dari Pemerintah Kabupten Banyuwangi yang mengoptimalkan peran THL untuk bekerja di mal pelayanan publik.

“THL yang punya background pendidikan, nanti anak muda yang punya kreatifitas pendidikan menunjang kita pekerjakan sesuai dengan kemampuan,” ujar Helldy.

Evaluasi terhadap program kerja prioritas yang berjalan pada kepemimpinan Edi Ariadi akan dilakukan. Helldy mencatat terdapat lima program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yang telah berjalan namun belum rampung.

Beberapa program yang telah berjalan namun belum rampung di antaranya pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), pembangunan tandon, sport center, dan Pelabuhan Warnasari.

“Kami akan menyesuaikan dengan program yang ada, prinsipnya program yang paling dibutuhkan oleh masyarakat akan kami lanjutkan,” ujar Helldy.

Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon terpilih Sanuji Pentmarta menjelaskan, dalam mereformasi birokrasi, bersama  Helldy akan menata kepegawaian agar bisa seirama dengan pemimpin baru.

“Kita akan mengalami transisi pemerintahan, kita butuh dukungan birokrasi yang sesuai dengan harapan kita,” ujar Sanuji.

Keberadaan birokrasi yang seirama dengan pemimpin baru dianggap Sanuji sangat penting untuk mewujudkan Cilegon baru, modern dan bermartabat. (bam/alt)