Gebyar Zakat Sepi, Bupati Serang Tegur ASN

0
74
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyalami pejabat ASN yang hadir pada acara Gebyar Zakat di lapangan tennis indoor Pemkab Serang, Selasa (5/6) malam. Acara yang diselenggarakan Baznas itu sepi diduga akibat minimnya kehadiran ASN. FOTO: HUMAS PEMKAB SERANG UNTUK RADAR BANTEN

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku kecewa karena partisipasi pegawai Pemerintah Kabupaten Serang yang minim saat Gebyar Zakat yang diadakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang di Tenis Indoor Pemkab Serang, Selasa (5/6). Terpantau, Gebyar Zakat dihadiri Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, Kepala Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich dan beberapa perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tatu menjelaskan, Dinas yang tidak menghadiri dalam acara tersebut memberikan contoh tidak baik bagi masyarakat. Pasalnya, acara tersebut bisa menjadi evaluasi masing-masing OPD saat penyaluran zakat yang minim. “Minimal staff yang mewakili jika pejabat tidak bisa hadir. Jangan sampai ini menjadi contoh yang buruk untuk masyarakat, ini acara yang penting bagi kita semua,” keluhnya saat memberikan sambutan.

Ia menilai, Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan contoh yang baik untuk masyarakat agar tidak meremehkan acara yang semestinya dihadiri oleh seluruh ASN. “Semoga, kejadian ini tidak terulang pada acara berikutnya. Ini acara penting, saya juga tidak akan menuntut jika ini tidak ada kaitannya dengan dinas berkaitan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich mengatakan, perolehan Gebyar Zakat pada tahun 2018 mengalami penurunan. Sebelumnya tahun 2017 memperoleh Rp 1,2 miliar, tahun 2018 memperoleh Rp 1,1 miliar. “Partisipasi dari Unit Pelayan Zakat di masing-masing Kecamatan belum optimal,” katanya.

Saat ini, Baznas Kabupaten Serang menargetkan perolehan zakat tahun 2018 sebesar Rp 12 miliar. Sedangkan, hasil pengumpulan zakat di Baznas baru memperoleh Rp 3,1 miliar. “Kita masih terus mengupayakan untuk memperoleh zakat sebesar mungkin agar bisa menyalurkan kepada warga yang kurang mampu,” imbuhnya.

Wardi berharap, selama enam bulan terakhir akan mengupayakan perolehan dan mencapai target yang sudah ditentukan, dan mengimbau instansi yang belum membayarkan zakat untuk segera menyalurkan zakatnya. “Selama enam bulan ke depan kita upayakan bersama dan semoga target bisa terlampaui,” harapnya. (*)