Gedung SMAN 3 Cibeber Mengkhawatirkan

0
397 views
Kepala KCD Dikbud Banten Wilayah Lebak A Sirojudin Alfarisy meninjau gedung SMAN 3 Cibeber yang terkena longsor, kemarin.

Tiga Bangunan Terancam Ambruk

RANGKASBITUNG – Kondisi gedung SMAN 3 Cibeber yang berada di Kampung Tegallumbu, Desa Wanasari, Kecamatan Cibeber, semakin mengkhawatirkan. Hal itu terjadi, karena longsor susulan beberapa waktu lalu.

Kondisi longsor mencapai puluhan meter, sehingga merusak sejumlah ruang kelas yang ada di sekolah tersebut.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Wilayah Lebak A Sirojudin Alfarisy mengaku, telah meninjau kondisi bangunan SMAN 3 Cibeber tersebut.

Pada longsor pertama, kata dia, tebing tanah dengan kondisi bangunan masih berjarak satu meter lebih.

Namun, setelah longsor susulan tebing tanah dengan bangunan tidak lagi berjarak. Sehingga, musala, gedung perpustakaan dan ruang kelas retak-retak.

“Longsor dan pergerakan tanah terus terjadi di belakang gedung sekolah. Karena itu, kita pastikan tiga bangunan tersebut kini tidak bisa digunakan lagi, karena rusak berat,” kata Sirojudin kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Cibeber dan sekitarnya, telah memicu terjadinya longsor susulan.

Sirojudin meyakini longsor dan pergerakan tanah di lokasi tersebut akan terus terjadi dan berpotensi merobohkan bangunan sekolah itu ambruk. Apalagi, saat ini fondasi ketiga bangunan sekolah tidak ada lagi pelindung yang dapat mencegah longsor.

“Potensi terjadi longsor susulan cukup besar. Kita akan laporkan kembali kondisi terkini di SMAN 3 Cibeber. Harapannya agar persoalan ini cepat ditangani,” katanya.

Kata Sirojudin, ada dua kemungkinan yang akan dilakukan Pemerintah dalam penanganan longsor di SMAN 3 Cibeber. Pertama, Pemprov merelokasi bangunan sekolah. Kedua, bangunan yang rusak akibat bencana longsor akan ditangani menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT).

Untuk teknisnya, lanjut dia, persoalan tersebut diserahkan kepada Dindikbud Banten dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten. “Kalau kita hanya sekedar melaporkan kejadian yang terjadi di sekolah. Nanti penanganannya seperti apa, kita serahkan kepada Pemprov Banten,” jelasnya.

Terpisah, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Banten Iip Makmur mengaku, kekhawatiran masyarakat dan warga sekolah terkait longsor sudah disampaikan dalam laporan reses beberapa bulan lalu. Bahkan, kata dia, hal itu disampaikan di forum rapat paripurna DPRD Banten, tetapi tidak direspons Dindikbud Banten.

“Masyarakat dan pihak sekolah menyampaikan dua opsi kepada saya. Pertama, mereka mengusulkan agar tebing di belakang sekolah yang sekarang sudah longsor untuk diturap. Kedua, mereka ingin sekolah tersebut direlokasi,” katanya.

Iip menyarankan, agar Dindikbud Banten segera merelokasi SMAN 3 Cibeber. Oleh karena, lokasi sekolah berada di perbukitan yang kondisi tanahnya rawan longsor.

“Lokasi sekolah sebenarnya enggak terlalu dekat dengan pemukiman. Siswa sekolah ini berasal dari beberapa desa di Cibeber, seperti Wanasari, Kujangsari, Mekarsari, dan Cisungsang. Ke depan, harus dicarikan lahan yang lebih dekat dengan pemukiman dan strategis,” katanya. (tur/zis)