Gelapkan Motor Milik Tetangga, Preman Kampung Diarak Warga

SERANG – Has alias Lasun (31) diarak warga Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, menuju Mapolsek Cikande, Selasa (17/4). Jagoan kampung itu diamankan warga lantaran telah menggelapkan sepeda motor milik Samsudin (26).

Informasi diperoleh, warga Desa Situterate, Kecamatan Cikande, ini diamankan saat menongkrong di sebuah pabrik di Desa Cikande. Penggelapan sepeda motor itu bermula ketika di depan rumah korban berlangsung pesta pernikahan dengan hiburan organ tunggal, Sabtu (31/3) malam.

Saat asyik menikmati alunan musik organ tunggal, Lasun mendekati adik korban bernama Andri. Lasun berniat meminjam sepeda motor Yamaha Jupiter nopol A 2034 GR milik korban. Dia berdalih motor itu hanya dipinjam sebentar untuk menjemput pacarnya. Andri kemudian menyerahkan sepeda motor kakaknya yang terparkir di halaman rumah.

Namun, hingga pagi hari Lasun tak kunjung kembali. Peristiwa itu dilaporkan Andri kepada Samsudin. Korban kemudian mendatangi rumah Lasun. Namun, Lasun tak dapat ditemukan. Ternyata usai meminjam motor korban, Lasun tak pernah pulang ke rumahnya.

Kesal, korban melaporkan ulah Lasun ke Mapolsek Cikande. Setelah hampir satu bulan tanpa kabar, korban menerima informasi keberadaan pelaku. Selasa (17/4) dini hari, korban bersama rekan-rekan sekampungnya mengejar dan meringkus pelaku. Di bawah kawalan warga, pelaku digelandang ke Mapolsek Cikande.

Wakapolsek Cikande Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ate Waryadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku telah menjual sepeda motor korban kepada seseorang berinisial Jun. Polisi kemudian berhasil mengamankan warga Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, itu di kediamannya. “Keduanya bersama barang bukti sudah kami tahan untuk proses penyidikan,” kata Ate didampingi Panit Reskrim Polsek Cikande Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Marno, Rabu (18/4).

Ditambahkan Ate, berdasarkan informasi diperoleh, ulah Lasun memang telah membuat resah warga. Soalnya, pelaku dikenal kerap memalak pedagang. “Jadi, warga memang sudah resah dengan perilaku tersangka,” tegas Ate. (Merwanda/RBG)