Gelar Simulasi Protokol Kesehatan Sebelum Angkut Penumpang, Ojol Siap Beroperasi di Tangerang

0
695 views
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kanan) dan Sekda Moch Maesyal Rasyid (ketiga dari kanan) saat simulasi protokol kesehatan sebelum ojek online beroperasi di Tangerang, Senin (13/7/2020)

TANGERANG – Ada pemandangan yang berbeda di depan Kantor Bupati Tangerang, Senin (13/7) pagi. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid tampak menggunakan jaket hijau, masker kepala, masker wajah, hand sanitizer juga helm sebelum naik motor yang siap melaju dengan pengendara ojek online.

Adegan itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan simulasi pengangkutan penumpang kendaraan roda dua ojek online (ojol) dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini digelar di depan Kantor Bupati Tangerang Jl. KH. Somawianata No 1 Tigaraksa-Tangerang.

Hadir dalam acara simulasi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Agus Suryana, serta perwakilan aplikator Grab Tangerang dan Perwakilan Gojek.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, simulasi ojol dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini bertujuan agar para pengemudi dan penumpang mempunyai acuan aturan main jika ojek online diizinkan beroperasi kembali. Bahkan, sejumlah perwakilan operator ojek online sempat menyampaikan masukan kepada pemerintah.

Zaki mengatakan bahwa hasil simulasi ini dikaji secara tertulis oleh Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk selanjutnya akan dibahas di Gugus Tugas Protokol Kesehatan Provinsi Banten.

“Selesai simulasi ini seluruh bahan-bahan seperti Dokumentasi Simulasi, hasil kajian akan kita berikan kepada Pemprov Banten sebagai pemberitahuan bahwa pelaksanaan simulasi ojek online sudah sesuai dengan protokol Covid-19 dan kami minta izin nanti untuk kemudian membuka operasional ojek online dalam rangka mengangkut penumpang,” ujar Zaki seperti rilis yang diterima Radar Banten, Selasa (14/7/2020)

Zaki meminta kepada para pengemudi ojol untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19, berpakaian dan beratribut lengkap dengan jaket, sarung tangan, helm, dan masker wajah.

“Pengemudi ojol wajib mengingatkan penumpang membawa helm masing-masing, dan mengingatkan penumpang untuk memakai masker,” ujarnya.

Ia menambahkan pengemudi harus mau mengingatkan penumpang menggunakan hand sanitizer sebelum naik motor. Bahkan jika penumpang tidak melengkapi syarat protokol kesehatan yang telah disepakati dalam simulasi ini, pengendara boleh membatalkan pesanan ojek onlinenya tanpa denda.

“Ini semua dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat agar jangan terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid menambahkan agar masyarakat Kabupaten Tangerang selalu waspada dengan Virus Covid-19. Untuk itu, masyarakat wajib memakai masker kalau keluar rumah, menjaga jarak, sering mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu perwakilan dari Aplikator Ojol Rully mengatakan terlihat kesiapan mengangkut penumpang kendaraan roda dua ojek online (ojol) dengan menerapkan Protokol Kesehatan. (alt)