Geliat Penataan Warga Makin Membara

0
633 views
Ketua Tim 3 Juri dan Ketua PKK Kota Serang Hj Ade Jumaiyah memberikan sambutan saat melakukan penilaian LRLA di RT 07 RW 03, Lingkungan Pekijing, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Taktakan.

Persiapan Penilaian Tahap II LRLA Kota Serang

Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 memberi dampak nyata pada perubahan lingkungan di 396 RT dari 75 kelurahan di Kota Serang. Mulai dari berubahnya kampung yang kotor menjadi lebih indah, hingga kampung-kampung yang ikut LRLA diserbu remaja pemburu foto instagramable. Kini geliat penataan warga makin membara.

            HAIDAR – Serang

            Pada penilaian tahap pertama LRLA periode 4 sampai 15 Mei 2020, tim juri penilai lomba dari Polres Serang Kota, Radar Banten, Forum Kota Serang Sehat, Karang Taruna, dan sejumlah dinas di Pemkot Serang mendapati beragam hasil gotong-royong warga. Ada yang sudah siap dinilai, ada pula lingkungan yang masih kumuh.

            Tim juri pun memberikan teguran berupa saran-saran penataan yang harus dilakukan warga, baik dalam hal kebersihan dan keindahan lingkungan, maupun dalam hal keamanan. Sejak itu, warga termotivasi untuk bergerak menata lingkungan menuju penilaian LRLA tahap kedua yang akan berlangsung pada Agustus 2020.

            Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim juri penilai. Kini geliat warga kembali membara melanjutkan penataan menuju penilaian tahap kedua. Sejumlah kekurangan yang telah disampaikan tim juri, secara bertahap mulai dilaksanakan oleh warga. Baik persyaratan administratif seperti kelengkapan surat keputusan (SK) kelompok sadar hukum dan kelompok sadar lingkungan, maupun kekurangan dari segi keindahan lingkungan.

            “Secara keseluruhan, RT-RT yang ikut lomba mulai bergeliat lagi mengajak warga gotong-royong,” kata Ketua Tim 3 juri LRLA dan Ketua PKK Kota Serang Hj Ade Jumaiyah kepada Radar Banten, Selasa (10/6).

            Hal itu diketahui ibu lima anak itu, setelah dirinya melakukan pemantauan secara diam-diam ke sejumlah RT di beberapa kecamatan. Di tengah kesibukannya sebagai istri Walikota Serang H Syafrudin dan Ketua PKK Kota Serang, Ade terus melihat perkembangan penataan warga. “Saya juga aktif memantau lewat pemberitaan di Radar Banten,” terangnya.

            Mengetahui hal itu, Ade meyakini jika seluruh tim juri ikut senang melihat berita-berita kampung yang ikut LRLA di media. Warga memiliki kekompakan dan semangat yang besar. Dengan kedatangan tim juri pada penilaian tahap pertama, menurutnya, mampu menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungannya. “Kami sangat bangga, semoga Kota Serang jadi bersih, aman, dan bebas penyakit,” harapnya.

            Berkat semangat dan kreativitas warga, membuat kampung mereka memiliki keunikan tersendiri. Ada yang disulap menjadi seolah seperti taman bunga, kampung pelangi dengan rumah-rumah dicat warna-warni, kampung wisata dengan pemandangan alam, ada pula yang membuat spot foto dari bambu dan ban bekas menjadi bentuk love. “Saya ingin ke depan Kota Serang punya banyak kampung wisata,” ungkapnya.

            Hal itu terjadi di sejumlah RT di Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Walantaka, kampung awalnya sama sekali tidak memiliki potensi wisata, disulap oleh warga menjadi kampung yang penuh penghijauan dan berbunga. Bahkan, warga juga membuat pojok baca dan taman bermain anak. “Yang terpenting, kesadaran dan pola pikir warga tentang pola hidup bersih dan sehat  terbentuk,” ujarnya.

            Seperti diungkapkan ketua pelaksana penataan di salah satu RT di Kecamatan Walantaka, Muhamad Rofiq.  Kata dia, perubahan yang terjadi di lingkungannya bukan hanya terjadi dari segi fisik lingkungan, tapi ia juga memastikan perubahan juga terjadi pada pola pikir dan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan. “Kita jamin warga enggak ada lagi yang buang sampah sembarangan,” katanya.

            Menurut Rofiq, LRLA membuat lingkungannya menjadi hijau, aman, dan berwarna. Pagar bambu yang dicat warna-warni dipasang hampir di sepanjang jalan. Begitu pun dengan pot tanaman hijau, hampir di setiap rumah memiliki tanaman di pekarangan. “Tanaman obat juga ada, pokoknya lengkap,” katanya.

            Hal serupa juga terjadi di salah satu RT di Kecamatan Kasemen, lingkungan permukiman warga menjadi asri, hijau, dan berwarna. Di jalan lingkungan sepanjang 200 meter, warga melakukan penataan dengan memajang ban-ban bekas yang disulap menjadi pagar. Pot tanaman yang dicat warna-warni.

            Jumlah ban yang dipasang mencapai 100 ban. Selain hiasan ban bekas, warga juga membuat taman bunga seperti melati, mawar, anggrek, dan bunga lili di pinggir jalan. “Kita merencanakan kampung ini menjadi destinasi wisata,” kata Ketua RT 03 Misja. (*)