Gembong Narkoba Internasional Terancam Pidana Mati

0
981 views

SERANG – Muhammad Adam alias Adam (48), kembali duduk sebagai pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (15/1). Terpidana 20 tahun penjara itu dituding mengendalikan peredaran 45 kilogram sabu-sabu dan 41 ribu pil ekstasi dari balik jeruji besi. Gembong narkoba jaringan internasional itu pun terancam pidana mati.

Adam dijerat dakwaan berlapis oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cilegon Wandy Batubara. Warga Batam, Kepulauan Riau itu didakwa primer melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Subsider melanggar Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang yang sama.

Selain Adam, empat anggota sindikat narkoba jaringan Indonesia Malaysia itu turut diadili. Di antaranya, Akbar alias Ambang, Darwis, Mirnawati alias Mimi, dan Candra Okto Libya. Namun, kelima terdakwa diadili secara terpisah.

Diuraikan JPU, penyelundupan narkoba itu bermula pada Senin 12 Agustus 2019 sekira pukul 18.30 WIB. Adam yang tengah mendekam di Lapas Klas III Cilegon menghubungi Akbar melalui telepon genggam. Adam meminta Akbar mengambil mobil Toyota Hilux silver bernopol B 9807 SBB dari RUM (buron). Mobil berisi sabu-sabu dan ekstasi itu ada di Kuala Sungai Akar Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Akbar diminta membawanya ke Jakarta. Tetapi, Akbar hanya menyanggupi membawa mobil tersebut hingga Jambi.

Pada Selasa (13/8/2019), Adam kembali menghubungi Akbar. Dia menanyakan keberadaan Akbar. Akbar yang baru sampai di Kota Jambi diperintahkan untuk meletakkan karung berisi 31.439 butir pil ekstasi dalam kamar di sebuah rumah di Jalan Walisongo, Kelurahan Kenalibesar, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi. “Dijelaskan Akbar bahwa dirinya baru saja tiba di Kota Jambi,” beber JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Heri Kristijanto.

Adam kembali menghubungi Akbar agar mencari tas ransel besar untuk diisi ekstasi. Tak lama, Akbar menghubungi Adam telah berada di Hotel Abadi Suite. Atas arahan Adam, tas berisi ekstasi itu ditinggal Akbar di kamar 903. “(Akbar-red) selanjutnya menitipkan kunci kamar 903 kepada resepsionis karena ada orang lain yang akan mengambil tas,” kata JPU.

Pada Selasa (13/8/2019) malam, Adam kembali menghubungi Akbar. Adam memerintahkan Akbar mengirim mobil yang di dalam ban serepnya berisi 20,8 kilogram (kg) sabu-sabu untuk dibawa ke Pal 10 Simpang Lampu Merah, Kota Jambi. Di lokasi itu, orang suruhan Adam bernama Mirnawati alias Mimi telah menunggu. Mobil itu rencananya akan dibawa oleh Mimi ke Jakarta.

“Sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa (Adam-red) dihubungi Mirnawati alias Mimi untuk memberitahukan mobil sudah diterima dari tangan Akbar,” ucap JPU.

Adam kemudian meminta Mimi menemui Candra Okto Libya. Jumat (16/8/2019), Adam mendapat informasi Mirnawati disergap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Adam kemudian membuang ponselnya untuk menghilangkan jejak. Namun, Selasa (20/8/2019), petugas BNN tetap mendatangi Adam di Lapas Klas III Cilegon. Adam diperiksa atas dugaan mengendalikan peredaran narkotika golongan satu. 

Usai pembacaan surat dakwaan, Adam menyatakan tidak keberatan. Sidang ditunda dan digelar kembali Rabu (22/1), dengan agenda pemeriksaan saksi. (mg05/nda/ira)