Gendut Berjuang, Kurus Malah Balas Dendam

Ada pepatah, mati satu tumbuh seribu, begitu pula yang dialami Nengsih (45) nama samaran. Sempat dicueki suami, sebut saja Jali (45) karena masalah berat badan, Nengsih termotivasi untuk melakukan diet. Namun, kesuksesan program diet Nengsih malah dimanfaatkan untuk balas dendam kepada suami bermain api dengan pria lain. Oalah. Nakal ya. Simak aja yuk ceritanya!

            Ditemui di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Nengsih blak-blakan bercerita pengalaman uniknya menjalani rumah tangga. Meski siang itu raut wajah terlihat letih sambil menenteng belanjaan untuk acara hajatan adiknya, Nengsih begitu bersemangat untuk berbagi pengalaman itu. Lanjut yuk ceritanya!.

            Perjumpaannya dengan Jali terjadi sebelas tahun lalu saat keduanya masih sibuk bekerja di perusahaan minyak di Cilegon. Nengsih warga asli Cilegon, sementara Jali warga Ciruas, Kabupaten Serang. Keduanya memegang prinsip mengutamakan karir sebelum nikah. Nengsih orangnya pandai bergaul maka tak heran dia banyak teman. Suatu hari, dia mengundang rekan kerjanya ke rumah, salah satunya Jali. “Dia (Jali) sebelum nikah juga sudah kenal orangtua saya,” akunya.

            Setiap ada kumpulan, Nengsih pasti selalu dijodoh-jodokan rekan kerjanya dengan Jali yang memang sudah ngebet ingin mendapatkan cinta sang perawan. Jali pun beraksi pada perayaan ulang tahunnya yang ke-31. Sang jantan nekat memanfaatkan momen mencurahkan isi hatinya di depan keramaian terhadap Nengsih. “Saya enggak nyangka dia bisa punya rasa ke saya, jadi malu!” akunya. So sweet.

            Jurus rayuan gombal Jali pun mampu meluluhkan hati Nengsih yang mempunyai wajah rupawan, kulitnya putih, serta bodi yang menggoda. Jali tertarik dengan Nengsih karena orangnya juga mudah bergaul dan sopan. Sama halnya dengan Jali, selain berwajah cukup tampan, karir Jali di perusahaan juga mapan. Sama-sama ada kesamaan, Nengsih akhirnya menerima cinta Jali dan mereka pun resmi jadian. Sejak menjalin hubungan, keduanya sering menghabiskan waktu berdua setiap tanggal muda. Mulai dari nonton film di bioskop sampai nonton kebakaran, sampai berlibur ke tempat wisata. “Pokoknya kita bener-bener menikmati masa mudalah,“ ujarnya.

            Setahun kemudian, Nengsih pun dilamar Jali. Pesta makan-makan digelar bersama rekan kerja. Seminggu kemudian, mereka menikah dan resmi menjadi pasangan suami istri. Pesta pernikahan pun digelar meriah dan mengundang penceramah ternama. Tak lebih dari satu bulan, mereka membeli rumah pribadi setelah sebelumnya sempat menumpang di rumah keluarga wanita. Jali pun menunjukkan sosok suami yang bertanggung jawab, baik, perhatian dan romantis yang membuat Nengsih terpana. Setahun kemudian, Nengsih melahirkan anak pertama yang membuat hubungan keduanya semakin harmonis.

            “Gimana enggak bahagia, Mas Jali tuh ngangenin, lembut di ranjang, enggak grasa-grusu. Pokoknya bikin saya nyaman deh,” umbarnya mesem-mesem. Enak dong.

            Sejak mempunyai anak, Nengsih memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga fokus mengurus si buah hati. Terlena menghabiskan waktu bersama anak dan tak bekerja, bobot tubuh Nengsih tidak terkontrol. Dari sebelumnya bertubuh langsing bak gitar spanyol, mulai membengkak. Tiga tahun kemudian, Nengsih melahirkan anak kedua. Sejak itu, pola makannya semakin tidak teratur yang berdampak berat badannya terus mengembang. Awalnya Nengsih tak menghiraukan perubahan itu. Lama-lama Nengsih sadar setelah perhatian suaminya mulai berkurang. Bakan, terkesan cuek selama ada di rumah. Semakin hari rumah tangga Nengsih dan Jali semakin hambar. Tak ada lagi rayuan manis yang biasa terucap di mulut Jali serta pelukan hangat sang pejantan setiap malam. Yang ada hanya sindiran kalau tubuhnya sudah tidak ideal dan tidak menggairahkan lagi. “Dia bilang, badan aku gemuk banget. Kagak nafsu katanya,” keluh Nengsih. Bukannya yang bohai bikin nafsuin ya Mbak.

            Sindiran-sindiran yang kerap terucap dari mulut Jali pun membuat Nengsih sakit hati. Karena merasa suasana rumah tangga mulai tidak seindah dulu, Nengsih termotivasi diet untuk menurunkan berat badan demi mengembalikan sikap romantis suami yang dulu. “Sehari saya cuma makan sekali. Itu juga enggak makan nasi, tapi makan sayuran,” akunya. Sayurnya sebakul ya Mbak.

            Meski harus menahan sakit lantaran harus menjalani program diet, Nengsih tak menyerah. Hingga enam bulan kemudian, berat badan Nengsih turun. Penampilannya pun kembali seperti semula, seksi dan menggoda. Wadaw. Perubahan bentuk tubuhnya yang kembali ideal ternyata menarik perhatian para lelaki hidung belang di sekitarnya. Bahkan tak jarang Nengsih menerima godaan dari para lelaki mata keranjang setiap berjalan ke luar rumah. Sampai akhirnya, timbul niat Nengsih untuk berselingkuh. Dalihnya menjalankan misi balas dendam terhadap suami. “Sebenarnya cuma pengen balas dendam aja ke suami,” kelitnya. Balas dendam apa bosan?

            Singkat cerita, Nengsih pun kebablasan menjalani hubungan terlarang dengan suami orang. Untung perselingkuhannya itu tak berlangsung lama karena sikap Nengsih yang sering berkomunikasi dengan lelaki lain membuat Jali curiga. Meski Nengsih akhirnya mengakui kalau dia punya lelaki lain di hatinya. “Ya sengaja saya bilang gitu biar dia mikir,” tegasnya.

            Sikap Nengsih pun memicu emosi sang suami dan terjadilah perselisihan di antara keduanya. Adu mulut tak terhindarkan. Sampai akhirnya Jali sadar akan sikapnya yang telah menyakit perasaan istri. “Mas Jali akhirnya minta maaf, hubungan kami pun kembali harmonis,” akunya. Syukur deh Mbak. Semoga langgeng ya. Amin. (mg06/zai/ags)