Generasi Emas Belgia Depak Pulang Brasil

Neymar hanya bisa tertunduk lesu di akhir laga melawan Belgia. (Emmanuel Dunand/AFP)

PERMAINAN terbuka langsung diperagakan pasukan Brasil maupun Belgia sejak awal pertandingan. Brasil cenderung lebih agresif dalam menekan pertahanan Belgia. Sementara Belgia coba meredamnya dengan banyak menguasai bola.

Kembalinya Marcelo di pos bek kiri Selecao memang memberikan perbedaan dalam intensitas serangan. Dia lebih banyak membantu serangan dengan umpan-umpan silang dan tusukan yang tajam.

Belgia membalas dengan sebuah tekanan berbahaya satu menit kemudian. Setelah tendangan Hazard diblok, bola rebound dimanfaatkan dengan sebuah sepakan jarak jauh oleh Chadli. Bola hanya mengarah ke samping tiang gawang.

Tekanan yang dilakukan Belgia akhirnya membuahkan hasil. Meski bukan berasal dari pemain mereka sendiri. Karena gol yang terjadi dilakukan oleh Fernandinho yang salah mengantisipasi umpan tendangan sudut. Belgia unggul 1-0 di menit 13.

Tensi dan tempo pertandingan seketika meningkat. Brasil setidaknya mampu melakukan dua tendangan yang tepat mengarah ke gawang dalam tempo 10 menit kemudian. Namun, penampilan Thibaut Courtois masih mampu menggagalkan semua peluang apik Selecao tersebut.

Justru Belgia yang kembali mencetak gol. Berawal dari sebuah serangan balik yang dirancang Romelu Lukaku, bola kemudian beralih dikuasai Kevin de Bruyne. Pertahanan Brasil tak menerapkan pressure ketat terhadap gelandang Manchester City tersebut.

Alhasil, De Bruyne pun memiliki ruang tembak yang sangat luas. Sebuah tendangan keras De Bruyne akhirnya bersarang ke sudut gawang Allison. Brasil kembali tertinggal dari Belgia. Hasil ini bertahan hingga akhir babak pertama.

Babak Kedua

Tertinggal dua gol membuat Brasil tak punya pilihan selain berusaha tampil lebih agresif. Hal ini terlihat langsung di atas lapangan. Brasil sudah langsung membuat Belgia fokus di wilayah pertahanan sendiri sejak awal babak kedua.

Dengan kondisi ini, Belgia pun lebih fokus ke pertahanan mereka. Ada sekitar 8-9 pemain Belgia yang berada di area kotak penalti saat ditekan Brasil. Menyisakan Romelu Lukaku sendiri di depan untuk melakukan serangan balik.

Peluang apik sempat diciptakan Marcelo pada menit 50. Bek kiri yang aktif membantu serangan ini mengirim umpan silang mendatar ke depan gawang Belgia. Sayang, reaksi Firmino sedikit terlambat dalam menyambut umpan Marcelo.

Lima menit kemudian, skill individu Gabriel Jesus mampu memberikan ancaman bagi gawang Courtois. Sempat dijatuhkan oleh Kompany, namun wasit tak memutuskan tendangan penalti bagi Brasil.

Belgia yang praktis hanya mengandalkan serangan balik mampu membuat fans Brasil waswas. Pasalnya, Eden Hazard sempat melakukan solo run saat laga memasuki menit 60. Beruntung sepakan Hazard hanya melintas di depan gawang Brasil.

Menit 73, Tite melakukan perubahan dengan memasukkan Renato Augusto menggantikan Paulinho. Tite tampaknya ingin menambah daya gedor dengan menurunkan Augusto yang punya naluri menyerang lebih tinggi.

Hasilnya memang langsung dirasakan Brasil. Tiga menit bermain, Augusto langsung membuat fans Brasil bergemuruh. Sundulan Augusto menyambut umpan Coutinho akhirnya mampu memperdayai Thibaut Courtois yang sepanjang laga tampil gemilang.

Di sisa menit laga, Brasil kian bernafsu. Namun penampilan apik Courtois kembali muncul. Sepakan Neymar di menit akhir laga berhasil ditepisnya. Kedudukan pun tak berubah.

Brasil akhirnya harus pulang, menyusul Uruguay yang sudah lebih dulu disingkirkan Prancis. Di partai semifinal nanti, generasi emas Belgia akan menjadi lawan bagi skuad muda Prancis.

Brasil 1-2 Belgia
(Augusto 76′ – Fernandinho 13′-og, De Bruyne 31′)

Susunan pemain

Brasil (4-3-3): 1-Alisson; 22-Fagner, 2-Silva, 3-Miranda, 12-Marcelo; 15-Paulinho (8-Augusto 73′), 17-Fernandinho, 11-Coutinho; 19-Willian (20-Firmino 46′), 9-Gabriel Jesus (7-Douglas Costa 57′), 10-Neymar
Pelatih: Tite

Belgia (3-4-2-1): 1-Courtois; 2-Alderweireld, 4-Kompany, 5-Vertonghen; 15-Meunier, 8-Fellaini, 6-Witsel, 22-Chadli (3-Vermaelen 83′); 7-De Bruyne, 10-Hazard; 9-Lukaku (17-Tielemans 87′)
Pelatih: Roberto Martinez

Wasit: Milorad Mazic (Serbia)

(adw/JPC)