Peserta gerakan sosial #BhayPlastik memungut sampah di kompleks Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (26/1) pagi.

SERANG – Sampah plastik di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Mengotori lingkungan tidak hanya di daratan, bahkan hingga ke laut.  Banyak hewan laut yang mati karena menelan sampah plastik.

“Produksi sampah di Indonesia bukan lagi ribuan. Tapi sudah tonan. Produksi sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebagiannya di buang ke laut,” ungkap General Manager Sales Regional Western Jabotabek Telkomsel Hasan Kurdi saat kampanye gerakan sosial #BhayPlastik di  Loop Arena, kompleks Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (26/1).

Karena itu, lanjut dia, Telkomsel mengajak masyarakat, terutama di kalangan generasi milenal untuk mengurangi penggunaan plastik sekaligus mengurangi sampah plastik melalui gerakan #BhayPlastik. Gerakan sosial sejak Desember 2018 ini untuk menyebarkan kesadaran lingkungan, khususnya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan plastik.

Pada kampanye gerakan soial #BhayPlastik di kompleks Stadion Maulana Yusuf, peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas pecinta lingkungan melakukan kegiatan lari santai atau fun run sembari mengambil sampah di sepanjang jalur lari. Setelah itu mengumpulkan di tempat yang telah disediakan di Loop Arena. Kegiatan lainnya yaitu Plastalk yaitu edukasi mengenai bahaya sampah plastik dan cara mengubah plastik bekas menjadi karya yang berguna dan bernilai ekonomis.

Selain di Kota Serang, gerakan sosial #BhayPlastik diadakan di Medan, Pekanbaru, Lampung, Bogor, Cirebon, Semarang, Malang, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Menurut Hasan, semua orang dapat berpartisipasi dengan melakukan aksi sederhana seperti mendaur ulang plastik bekas menjadi barang bermanfaat, mengganti penggunaan plastik sekali pakai seperti gelas/botol,  tas, dan  sedotan plastik dengan tumbler, tote bag, dan stainless straw, dan lain-lain. (Aas)

***