Sebanyak 100 kendaraan roda dua terjaring dalam razia Intensifikasi Razia Pajak Kendaran Bermotor (KB) UPT Samsat Balaraja pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten, Senin (16/2).

Razia Samsat1

Berlokasi di Jalan Raya Serang, Desa Sentul Jaya, Balaraja, razia perdana ini mengerahkan sebanyak 30 personel gabungan Polresta Tangerang dan DPPKD. Petugas membuat dua loket pemeriksaan, diantaranya loket pemeriksaan SIM/STNK dan pajak KB.

Kepala UPT Samsat Balaraja Epi Siswandi mengatakan razia ini sebagai bentuk Shock Therapy kepada wajib pajak kendaraan bermotor. Rata-rata pengendara yang pajaknya mati atau tidak dibayar mendapatkan peringatan. Sementara pengendara yang tidak melengkapi surat kendaraan baik STNK atau SIM ditilang Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang.

”Kegiatan lebih menekankan upaya DPPKD untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang wajib pajak dan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Kegiatan ini rutin setiap bulannya,” terang Epi kepada Radar Banten.

razia samsat2

Menurutnya, kegiatan ini juga dilakukan untuk intensifikasi pendapatan pajak kendaraan bermotor. Hasil dari operasi ini telah kita ketahui masih banyak masyarakat yang pajak kendaraannya tidak dibayar. Sementara untuk denda sendiri akan dibebankan sebanyak dua persen setiap bulannya, dan 25 persen setiap tahunnya. “Razia ini juga untuk menggenjot pendapatan daerah dari sektor KB,” jelas Epi.

Dijelaskan dia, tantangan DPPKD tahun ini semakin besar. Dirinci target pendapatan pajak KB untuk tahun 2016 sebanyak Rp422.165.167.000. Sementara, target pajak Bea Balik Nama-KB 1 sebesar Rp497.031.175.000. Untuk Bea Balik Nama-KB 2 adalah Rp10 miliar. Demi mencapai target tersebut DPPKD juga sudah menggelar Samsat Keliling (Samling ) dan sejumlah gerai samsat. “Pola ini diharapkan tak ada lagi penunggakan bayar pajak,” jelas Epi. (adv)