Gerai Pangan Lokal Bantu Tingkatkan Eksistensi Makanan Khas Banten

Gerai Pangan Lokal

SERANG – Demi meningkatkan pemasaran makanan khas Banten, Gubernur Banten Rano karno menggagas berdirinya gerai yang menjual makanan khas Banten.

Melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Provinsi Banten yang bekerja sama dengan 40 SKPD di seluruh Provinsi Banten, didirikanlah Gerai Pangan Lokal Banten di Jalan KH Abdul Fatah Hasan, Ciceri Kota Serang, yang merupakan cabang kedua setelah Gerai Pangan Lokal Banten yang terdapat di Lippo Karawaci.

Gerai ini menjual berbagai macam makanan khas dari seluruh daerah di Banten. Makanan yang dipasok dari berbagai daerah tersebut saat ini masih terbuat dari bahan non beras dan non terigu.

“Oleh-oleh yang kita jual di sini masih seperti macam keripik singkong, ceplis, jahe merah, madu Baduy, minuman aloe vera (lidah buaya), dan emping,” kata Reza, pengelola Gerai Pangan Lokal Banten, Senin (15/8).

Selain oleh-oleh khas Banten, Gerai Pangan Lokal Banten juga menyediakan sajian kuliner khas Banten yakni rabeg, sate bandeng, bolu talas beneng yang terkenal di Pandeglang dan makanan khas Banten lainnya.

“Dengan adanya kulinernya juga, kita bisa kenalkan masakan kuliner khas Banten. Kan selain belanja oleh-oleh terus bisa sambil kuliner juga,” ujarnya.

“Karena saat ini kan banyak masyarakat yang kesulitan cari oleh-oleh khas Banten yang lengkap di mana. Maka dari itu kita sediakan tempat yang terjangkau, dari segi tempat juga harga karena harga di sini kisaran Rp10 ribu sampai Rp30 ribu,” ungkapnya.

Untuk para pelaku usaha yang akan menitipkan barangnya di sini, lanjut Reza, sistemnya titip jual. “Nanti setiap dua minggu sekali, kita akan berikan hasilnya dan untuk persentasenya sekitar 10 hingga 25 persen. Saat ini kita masih mencari pelaku-pelaku usaha muda. Karena saat ini rata-rata dari kalangan ibu-ibu,” katanya.

“Kan kalau pelaku usaha muda biasanya banyak inovasi baru, banyak variasi makanan khas yang diolah dengan varian yang beda,” tuturnya. (Wirda)