Geram, Kejari Buru ASN Pemkot

0
2127
Tim Kejari Serang menyambangi kediaman Aji Kurnianto di Lingkungan Cipocok Mencil, RT 02, RW 01, Kelurahan Cipocokjaya, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (23/6)

Mangkir Selama Persidangan

SERANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang dibuat geram oleh ulah Aji Kurnianto. Sebab, aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Serang yang berstatus terdakwa kasus penipuan itu selalu mangkir di persidangan.

Dilansir dari www.sipp.pn-serang.go.id, putusan sela perkara dugaan penipuan atau penggelapan itu telah dibacakan, Kamis (22/4) lalu. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang yang diketuai oleh Dessy Darmayanti mengembalikan berkas perkara terdakwa Aji Kurnianto kepada penuntut umum. Selain itu, surat tuntutan yang dibacakan oleh penuntut umum tidak dapat diterima lantaran selama persidangan terdakwa tidak pernah hadir.

Kejari Serang telah meminta bantuan bagian hukum Pemkot Serang dan Kecamatan Kasemen tempatnya bekerja agar membujuk Aji datang ke persidangan. Upaya itu tidak direspon baik oleh Aji.

“Terdakwa ini tidak hadir setelah dua kali pemanggilan. Majelis hakim kemudian mengeluarkan penetapan untuk melakukan penahanan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang Yogi Wahyu Buana, kemarin (23/6). 

Dia meminta Aji bersikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum tersebut. “Kami meminta dia untuk menjalani proses persidangan dan bersikap kooperatif,” tutur Yogi.

Rabu (23/6), sekira pukul 12.00 WIB, tim intelejen Kejari Serang pun mendatangi kediaman Aji di Lingkungan Cipocok Mencil, RT 02, RW 01, Kelurahan Cipocokjaya, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.

Tim yang dipimpin Kasi Intelejen Kejari Serang Mali Diaan tidak menemukan Aji. Mereka hanya hanya bertemu anggota keluarganya. Mali kemudian menghubungi Aji melalui sambungan telepon. Aji mengaku sedang berada di Jakarta. Mali meminta Aji datang ke kantor Kejari Serang. “Yang bersangkutan ngakunya sedang berada di Jakarta. Kita minta untuk datang ke kantor (Kejari Serang-red),” kata Mali, kemarin.

Diungkapkan Mali, Aji terjerat kasus dugaan penipuan. Perkara itu bermula pada Maret hingga April 2020 lalu. Aji bertemu Ahmad Syarif Madzurullah dan Muslim di kediamannya dan kantor Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Aji saat itu menjabat Lurah Bendung menawarkan kerja sama pembebasan lahan seluas 10 haktare di Bendung. Aji menjanjikan keuntungan Rp1.000 per meter.

Agar lebih meyakinkan, Aji menunjukkan surat-surat tanah. Lantaran tergiur, kedua korban memberikan sejumlah uang. Ahmad Syarif memberikan total uang sebesar Rp31 juta. “Sedangkan saksi korban Muslim totalnya Rp15 juta,” ujar Mali.

Namun, keduanya mengetahui telah ditipu oleh Aji saat mengetahui tidak ada pembebasan lahan di daerah Bendung. Saat meminta uang dikembalikan, Aji tidak menyanggupinya. Alhasil, keduanya melaporkan Aji ke polisi. Aji disangka melanggar Pasal 378 dan 372 KUH Pidana. “Kami akan melakukan upaya terus supaya yang bersangkutan bisa dihadirkan di persidangan,” tutur Mali. (mg05/nda)