Gerhana Matahari Dapat Dilihat di Banten

0
1.103 views

SERANG – Fenomena gerhana matahari cincin (GMC) bakal terjadi hari ini. Meski tidak terlihat penuh, fenomena itu dapat dilihat di sebagian wilayah Banten.

Berdasarkan tampilan peta magnitudo, gerhana matahari cincin dapat teramati dari Banten. “Gerhana yang teramati dari Banten berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,791 di Cilegon hingga 0,781 di Rangkasbitung,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kota Serang Tarjono kepada Radar Banten, Rabu (25/12).

Kata dia, gerhana matahari yang dapat diamati hanya sebagian. Bentuknya tidak seperti cincin, akan tetapi lebih mirip bulan sabit.

Berdasarkan pantauan BMKG, ada delapan wilayah di Provinsi Banten yang bisa menyaksikan gerhana matahari cincin dalam bentuk bulan sabit. Yakni, di Serang, Cilegon, Rangkasbitung, Pandeglang, Ciruas, Tigaraksa, Tangerang, dan Ciputat dengan waktu yang berbeda-beda.

Secara umum, gerhana di Banten akan dimulai pada pukul 10.41 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 12.34 WIB dan berakhir pada pukul 14.22 WIB.

“Durasi gerhana yang teramati di Banten rata-rata adalah tiga jam 40 menit,” kata Tarjono.

Sedangkan di wilayah Indonesia, hanya warga di wilayah barat dan utara Pulau Sumatera yang bisa menyaksikan gerhana matahari penuh, seperti wilayah Kepulauan Nias dan sekitarnya.

Menurut Tarjono, gerhana matahari cincin merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan. “Fenomena ini terjadi karena posisi bulan ada di antara matahari dan bumi,” ujarnya.

Bulan, lanjut Tarjono, akan tampak lebih kecil dari ukuran matahari sehingga ketika bulan menghalangi cahaya matahari akan menyisakan sedikit piringan di pinggir matahari yang terlihat seperti cincin.

“Apabila cuaca baik (tidak mendung atau hujan), kita akan dapat mengalami fenomena gerhana matahari cincin ini. Imbauannya untuk masyarakat agar tidak secara langsung menatap ke matahari karena berbahaya untuk retina mata kita,” ucap Tarjono.

JANGAN DILIHAT LANGSUNG

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan, salah satu fenomena alam yang mengesankan yaitu gerhana matahari cincin akan bisa dilihat pada 26 Desember 2019. “Nanti tengah hari pada tanggal 26 Desember 2019, tetapi tidak disarankan dilihat dengan mata telanjang. Karena meskipun matahari tertutup bulan saat itu cahayanya masih menyilaukan,” ujar peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto di Jakarta, Senin (23/12), seperti dilansir Antara.

Menurut keterangan LAPAN, gerhana matahari cincin terjadi saat bulan berada di fase bulan baru dan ketika posisinya berada di antara bumi dan matahari. Fenomena gerhana matahari cincin terjadi secara umum satu sampai dua tahun sekali. Terakhir gerhana tersebut terjadi pada 26 Februari 2017.

Alasan mengapa gerhana matahari tersebut berbentuk cincin disebabkan karena ketika bulan berada di titik apogee, piringan bulan akan tampak lebih kecil dibandingkan piringan matahari dan tidak akan menutupinya dengan sepenuhnya. Kerucut umbra tidak sampai ke permukaan bumi dan akan terbentuk kerucut tambahan yang disebut antumbra, menurut keterangan dari LAPAN. Pengamat yang berada di wilayah antumbra akan melihat matahari tampak seperti cincin di langit, itulah alasan mengapa disebut sebagai gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari cincin akan bisa dinikmati dalam enam tahun ke depan, yaitu pada 26 Desember 2019, 21 Juni 2020, 10 Juni 2021, 14 Oktober 2023, dan 2 Oktober 2024. Dari semua tanggal tersebut hanya gerhana pada 26 Desember 2019 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia. (ken-net/air/ira)