Gerindra Beri Sinyal Dukung Anak Wapres

Andra Soni

SERANG – Partai Gerindra mulai terbuka memberikan sinyal dukungan kepada bakal calon yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020. Untuk Pilkada Tangsel, sinyal kuat diberikan untuk mendukung Siti Nur Azizah sebagai bakal calon walikota.

Sinyal dukungan Gerindra untuk anak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin itu  telah tampak saat DPD Gerindra Banten mengundang Siti Nur Azizah menjadi narasumber diskusi publik di kantor DPD Gerindra beberapa hari lalu.

Sekjen DPD Gerindra Banten Andra Soni tidak membantah bila Gerindra memiliki kesamaan visi dengan Siti Nur Azizah. Menurutnya, dari beberapa nama bakal calon walikota dan wakil walikota Tangsel yang telah mendaftar ke Gerindra, Siti merupakan salah satu bakal calon walikota yang paling serius menyiapkan visi-misi Tangsel ke depan, meskipun ia bukan kader Gerindra.

“Proses penjaringan masih panjang, tapi kalau masyarakat jeli, sikap Gerindra akan condong ke sosok mana untuk Pilkada Tangsel sudah bisa diprediksi. Sebab, DPD tidak mungkin mengundang bakal calon menjadi narasumber diskusi tanpa alasan,” kata Andra di gedung DPRD Banten, Rabu (12/2).

Andra yang saat ini menjabat ketua DPRD Banten menambahkan, Gerindra akan bersikap rasional dalam mendukung calon kepala daerah-wakil kepala daerah. “Meskipun arahan DPP harus memprioritaskan kader, kami juga akan mempertimbangkan sosok nonkader yang diinginkan masyarakat,” ungkapnya.

Terkait anak Wakil Presiden, Andra mengaku, pihaknya akan tetap profesional dalam melakukan penjaringan calon.

“Bu Siti diperlakukan sama dengan bakal calon lain yang mendaftar ke Gerindra. Saat ini, kami masih melakukan survei terhadap semua bakal calon, hanya sosok yang surveinya tinggi yang akan kami prioritaskan,” tegasnya.

Survei yang dilakukan Gerindra, lanjut Andra, dilakukan secara internal. “Tunggu saja, beberapa nama akan kami panggil untuk pendalaman. Kami harapkan Bu Siti masuk dalam nama yang dipanggil pimpinan DPD,” ujarnya.

Sementara untuk Pilkada Cilegon, Andra mengaku, pihaknya kemungkinan besar mendukung H Awab, lantaran ia kini tercatat sebagai kader Gerindra.

“H Awab sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) Gerindra, ya kalau ada kader yang layak diusung jadi calon walikota, ngapain dukung yang lain untuk Kota Cilegon,” ungkapnya.

Sementara, terkait Pilkada Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Andra mengaku, bila popularitas dan elektabilitas petahana belum bisa disaingi oleh calon lainnya. “Bu Tatu (Ratu Tatu Chasanah-red) dan Bu Irna (Irna Narulita-red) saat ini masih menjadi kandidat terkuat, kalau masyarakat Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang masih menginginkannya, apa boleh buat. Tapi, sikap Gerindra menunggu hasil survei dulu sebelum mengambil keputusan,” tegasnya.

Andra berharap, ada kader Gerindra yang bisa diusung menjadi bakal calon wakil bupati, bila nanti Gerindra sepakat mendukung Tatu dan Irna.

“Di mana-mana petahana pasti elektabilitas dan popularitasnya tertinggi dibanding penantangnya. Tapi kan soal memenangkan pilkada, bergantung dengan siapa berpasangannya,” ungkapnya.

OPTIMISTIS DIDUKUNG

Terpisah, bakal calon walikota Tangsel Siti Nur Azizah optimistis bisa mendapatkan dukungan dari Gerindra untuk maju di Pilkada  Tangsel. “Visi-misi saya dengan Gerindra sudah sama, semoga saja hasil survei Gerindra sesuai saya,” kata Siti usai menjadi narasumber diskusi publik di DPD Gerindra, Minggu (9/2).

Siti menambahkan, sejauh ini sudah ada beberapa partai yang siap mengusungnya maju di Pilkada Kota Tangsel. Namun, ia belum yakin bisa memenangkan Pilkada Tangsel tanpa ada restu Gerindra.

“Komunikasi saya dengan beberapa partai cukup baik, tapi dengan siapa saya nanti berpasangan menunggu keputusan Gerindra,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa mengungkapkan, proses penjaringan bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah di partainya memasuki tahapan akhir. “Ada dua tahapan lagi, yaitu tahapan survei terhadap bakal calon. Di mana tahapan terakhir adalah memanggil para bakal calon yang layak didukung Gerindra sesuai hasil survei,” ungkapnya.

Layak itu, lanjut Desmond, adalah yang diinginkan masyarakat dan memiliki kesamaan visi-misi dengan Gerindra. “Harus satu visi dengan Gerindra, kami tidak ingin Gerindra mendukung calon yang tidak sesuai garis perjuangan Gerindra,” tegasnya.

Terkait peluang kader internal. Menurut Desmond, akan banyak pertimbangan sebelum Gerindra menentukan pilihan calon. “Kami memang menginginkan kader internal maju, tapi kami akan rasional apakah kader Gerindra layak jual atau tidak. Layak sebagai calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah. Semua nanti kita lihat hasil surveinya seperti apa,” pungkasnya. (den/alt/ira)