Peringatan Hari Tuli Nasional di Alun-alun Barat, Kota Serang, Minggu (13/1/2019) .

SERANG – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan untuk kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Banten mendorong pemerintah daerah menyediakan akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Apalagi dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perusahaan swasta harus mempekerjakan satu persen penyandang disabilitas dari total pekerjanya. Sedangkan perusahaan BUMN sebanyak dua persen.

Hal tersebut disampaikan Gerkatin Banten pada peringatan Hari Tuli Nasional yang dilaksanakan, Minggu (13/1/2019) di Alun-alun Barat, Kota Serang.

Ketua Gerkatin Banten Yohana yang dibantu juru bahasa, tidak memungkiri sudah ada beberapa lembaga yang menampung disabilitas tunarungu dan tunawicara. “Kalau peraturan sudah ada untuk disabilitas bekerja, tetapi kan pengaplikasian belum maksimal. Padahal di peraturannya jelas, satu persen swasta dan dua persen untuk BUMN atau pemerintahan,” katanya.

Dirinya berharap, para penyandang disabilitas bisa bekerja dan turut andil dalam pemerintahan. “Turut andil di sini maksudnya bagaimana mereka tahu akses mereka seperti apa, mendapatkan kesetaraan dalam informasi kesetaraan bekerja. Semua bisa setara, tidak ada diskriminasi,” tukasnya.

Ketua Panitia Hari Tuli Nasional Resti Novia Pratiwi mengatakan, peringatan Hari Tuli Nasional untuk mengampanyekan agar mereka bisa setara dengan warga negara lainnya, baik hak untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, maupun akses pelayanan publik lainnya.

Resti berharap, pemerintah membangun fasilitas publik yang ramah bagi tunarungu dan penyandang disabilitas lainnya. Termasuk bahasa-bahasa isyarat yang ada di tempat-tempat fasilitas publik. “Kita terus berkampanye agar mereka semua dapat setara sebagai sesama manusia tanpa harus dibeda-bedakan,” ujarnya. (Ken Supriyono/aas)