GMNI Nilai UU Pilkada Bungkam Suara Rakyat

0
488 views

SERANG – Sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Serang gelar Aksi terkait pengesahan UU Pilkada, di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Jumat (26/9/2014)

Dalam orasinya mahasiswa menuding pelaksana pilkada oleh DPRD akan membungkam suara rakyat. “Pilkada oleh dewan tidak sesuai dengan spirit reformasi yang digulirkan tahun 1998. Pilkada langsung telah memberikan rakyat untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan,” ungkap Febri salah satu orator.

Selain itu, mereka mengatakan bahwa dengan disahkannya UU Pilkada ini tanda sistem politik di Indonesia ke arah yang tidak baik atau mengalami kemunduran. “Ini merupakan tanda-tanda kemunduran sistem demokrasi, kita sudah melaksanakan pilkada langsung selama 10 tahun dari beberapa daerah telah menghasilkan pemimpin yang peduli pada rakyat,” jelas Febri.

Aksi yang berjalan sekitar pukul 14.00 ini diakhiri dengan shalat gaib sebagai bentuk matinya hati para wakil rakyat. “Ini bentuk kematian demokrasi yang dalam reformasi menjadi agenda utama, para wakil rakyat tidak mementingkan hak-hak rakyat. Mereka hanya mementingkan golongannya,” jelas Febri. (Fauzan Dardiri)