SERANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hari ini mengumumkan calon kepala daerah yang akan diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang di empat kabupaten kota di Provinsi Banten.

Untuk Pilkada Kota Tangerang, DPP merekomendasikan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kabupaten Tangerang rekomendasi jatuh pada Bupati Ahmed Zaki Iskandar, untuk Kota Serang DPP merekomendasikan Vera Nurlaila yang merupakan istri dari Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman, sedangkan untuk pilkada Kabupaten Lebak, Golkar merekomendasikan calon eksternal yakni Bupati Iti Octavia yang merupakan Kader Demokrat.

Hal itu disampaikan Ketua Pemenangan DPP Golkar Wilayah I Agun Gunanjar Sudarsa pada saat penyerahan rekomendasi untuk empat calon kepala daerah di empat kabupaten kota di Banten di Hotel ratu Bidakara, Kota Serang, Kamis (10/8).

Agun meminta kepada seluruh calon yang mendapat rekomendasi partai untuk terus menjalin komunikasi politik baik dengan parpol maupun calon lainnya.

“Kita bukan hanya ingin menang di pilkada nanti. tapi kontribusi pilkada 2018 jadi solusi tata kelola pemerintahan yang baik untuk rakyat,” kata Agung.

“Koalisi yang ada nantinya harus selalu sinergi untuk membangun pemerintah. Langkah lainnya, tahapan selanjutnya apabila dari masing-masing daerah sudah final lakukan komunikais politik,” sambungnya.

Menurutnya, hasil Pilgub Banten 2017 menjadi motivasi Golkar untuk menangkan pilkada di empat kabupaten/kota pada 2018 nanti. meski begitu, Agung meminta, DPD Golkar jangan merasa takabur atas capaian yang telah diraih.

“Target kita, pilkada ini kita jadikan strategi untuk memenangkan pileg 2019. Golkar harus jadi pemenang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agun memerintahkan kepada DPD 1 dan DPD 2 untuk selalu koordinasi. Hal tersebut lantaran golkar baru merekomendasikan satu calon saja.

“Kalau sudah firm dengan siapa (pendamping calon, red) kalau sudah fix DPD provinsi segera selenggarakan rapat. Nanti akan dipertimbangkan, dilihat dan akan diputuskan oleh DPP. Target waktu kita tidak kasih batasan,” ujarnya.

Saat ditanya terkait posisi Sachrudin dan Iti, lanjut Agun, untuk Kota Tangerang pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Golkar Kota Tangerang.

“Kalau untuk Bu Iti salah satu penilaian kita adalah kinereja Bupati Lebak itu masih sangat kompeten dalam memimpin Lebak. Hal itu juga kenapa kita merekomendasikan Iti,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkra Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, usai pemberian rekoemndasi ini pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan calon dan partai pengusung.

“Tugas kita terus komunkias baik calon yang direkomendasikan maupun dengan parpol. Untuk calon pendamping dari masing-masing calon dari kita nanti akan dikomunikasikan, dan nanti akan kita bawa ke tingkat DPP,” kata Tatu.

Terkait adanya kader Golkar yang juga ikut mencalonkan pada bursa pilkada Kota Serang, Tatu mempersilahkan. Ketika ditanya bagaimana jika tetap maju tanpa diusung golkar? Apakah dengan sendirinya keluar dari golkar,

“Mencalokan diri itu hak pribadi, silahkan, kalau mau maju itu nggak bisa dilarang, itu hak pribadinya. Kalau diusung partai lain dengan sendirinya mengunurkan diri biasanya, kalau sanksinya itu sudah ada mekanismenya,” ujarnya.
Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, rekomendasi yang diterima oleh DPP adalah untuk maju baik sebagai calon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota. “Tadi disampaikan oleh Pak Agun kita bukan buat jago-jagoan, tapi bagaimana bisa mengelola tata pemerintahan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Saat ditanya apakah dirinya akan kembali berpasangan dengan Wali Kota Tangerang Arif R Wismansyah, menurut Sachrudin, hal itu sah-sah saja.

“Kalau nanti pisah dengan Pak Arief itu bisa saja, kan dinamika politik. Pokonya nanti kalau sudah ada calon pendampingnya akan ada deklarasi, itupun setelah ada kesepakatan,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)