Ilustrasi.

TANGERANG – Berani berbuat, tak mau tanggung jawab. Sikap ini ditunjukkan Muh. Awari alias Gopal, Warga Kelurahan Tegalangus, Kecamatan Teluknaga. Saat dimintai tanggungjawabnya, Gopal marah besar. Malah Kekasihnya, berinisial Roh (16),  warga Kelurahan Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga malah disabet celurit. Tadi malam sekira pukul 20.00 WIB, Roh masih dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang.

Dari keterangan Kapolsek Teluknaga AKP Fredy Yuda, Gopal melaku kan aksinya dengan dibantu adiknya Muhammad Fikri. Jumat (6/4) malam, Gopal ditemani Fikri mengajak Roh jalan. Saat berada di tempat sepi, Gopal menyabetkan celurit ke pinggang dan ke perut Roh.

Dalam kondisi bersimbah darah, Roh dibuang di pinggiran sungai Jalan Dongkel, Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluk Naga, Kebupaten Tangerang. Untung saja, warga menemukan Roh dan langsung membawanya ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Dari keterangan korban, polisi berhasil mengantongi identitas dua pelaku dan langsung melakukan perburuan. “Korban bercerita yang melakukan percobaan pembunuhan itu adalah pacarnya yang bernama Gopal dan lelaki yang tidak dia kenal,” ungkap Fredy.

Keesokan harinya, tim Polsek Teluknaga dibantu Tim Reskrim Polda Metro Jaya berhasil membekuk dua tersangka di dua lokasi berbeda. Gopal diamankan di Kabupaten Pandeglang. Sementara adiknya diamankan di Kelurahan Tegalangus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Keduanya, dihadiahi timah panas lantaran berusaha melakukan perlawanan.

Ferdy menyebutkan, atas aksinya itu kedua pelaku dijerat Pasal 340 Jo 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Percobaan Pembunuhan. “Ancaman hukuman untuk kedua pelaku 20 tahun penjara atau seumur hidup,” ujarnya.

Menurut Ferdy semua lapisan masyarakat harus terlibat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Semuanya mulai dari RT RW petugas keamanan di masyarat dan yang terpenting orangtua harus menjaga anaknya agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas,” imbaunya.

Sementara itu, Gopal mengaku melakukan perbuatan itu lantaran tidak siap jika diminta bertanggung jawab atas janin yang dikandung Roh. “Saya tidak kerja, jadi saya tidak siap,” ujarnya. (mg-08/asp/RBG)