Gotong Royong dan Ronda Malam Terpelihara di Bendungan

PAMARAYAN – Kampung Bendungan, khususnya lingkungan RT 04 dan RT 05 di RW 04, menjadi andalan Pemerintah Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan. Alasannya, warga perkampungan itu masih memelihara tradisi gotong royong dan ronda malam.

Karena itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Pudar Darmin mengaku, pihaknya membantu dan mendukung penuh warga Bendungan mempersiapkan lingkungan mereka untuk berkompetisi dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019. Terlebih, warga antusias menyambut perlombaan dengan hadiah total senilai Rp900 juta tersebut.

“Kami siap untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kami juga sudah koordinasi dengan warga. Siap melaksanakan, menyukseskan acara tersebut,” tegas Darmin saat berbincang bersama Radar Banten, Selasa (10/9).

Darmin mengatakan, pihaknya akan fokus pada kebersihan dan keamanan lingkungan Bendungan. “Saat ini, memang pengelolaan sampah masih di masing-masing rumah. Ke depan, kami akan membuat bak penampungan sampah,” terangnya.

“Gotong royong warga, alhamdulillah masih terjaga. Minimal seminggu hingga dua minggu sekali, warga melakukan gotong royong membersihkan lingkungan kampung,” sambungnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris Desa Pudar itu mengungkapkan, dari sisi keamanan lingkungan, Bendungan tergolong kondusif. Warga rutin melaksanakan ronda malam. Pengamanan kampung bahkan ditingkatkan karena saat ini persiapan pemilihan kepala desa serentak 2019. “Ronda di RT 04 dan 05 aktif,” katanya.

“Koordinasi dengan babinsa dan bhabinkamtibmas pun berjalan baik. Mudah-mudahan, ke depan Desa Pudar lebih baik lagi, lebih maju,” sambung Darmin.

Sementara itu, Babinsa Desa Pudar Serda Adjie Kurnaedi mengatakan, pendampingan warga Bandungan menghadapi Lomba Kampung Bersih dan Aman terus dilakukannya, terlebih pihak desa memberikan dukungan.

“Pembinaan terus dilakukan dengan meningkatkan silaturahmi. Dalam rangka menjaga iklim kondusif,” jelasnya.

Ia pun mengaku, penunjukan Bendungan tak lain karena kekompakan warganya. “Dalam hal ini, koramil, babinsa terus melakukan monitoring. Terkadang, babinsa terlibat mengikuti proses pendampingan,” terangnya.

“Tentu, harapannya desa binaan lebih kondusif dan lebih baik. Jangan sampai jadi desa terburuk,” tandas Adjie. (fdr/don/ira)