Gotong-royong Kunci Sukses Raih Juara

0
2.240 views

SERANG – Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 telah usai. Juara-juara baru pun bermunculan, memberi kejutan para tim juri dengan hasil penataan lingkungan yang maksimal.

Kampung Kopi, RW 08, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka kembali menjadi perbincangan hangat warga di Kabupaten Serang setelah sukses meraih gelar juara umum kategori kampung berkembang. Sementara itu, juara umum kategori kampung pemula diraih oleh Kampung Bangkong, RW 01, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal. Bagaimana cerita dan kiat sukses warga kedua RW ini meraih juara?

Salah satu kuncinya ialah semangat gotong-royong warga menata lingkungannya, menjadi modal utama untuk meraih gelar juara. Seluruh sudut lingkungan di RW 08, Kampung Kopi yang terdiri tiga RT yakni RT 01 Kampung Kopi, RT 02 Kampung Mengkol, dan RT 03 Kampung Umbul Baru tersentuh penataan, baik penghijauan maupun tanaman bunga.

Hujan deras membasahi lingkungan RW 08 pada Kamis (24/12), membuat beberapa tanaman yang tersusun rapi di pinggir jalan rusak. Namun saat itu juga, sambil memegang payung dan mengenakan jas hujan, Ketua RW 08 Ahmad dan puluhan warga memperbaiki tanaman sekaligus membersihkan sampah-sampah di selokan.

Meski gelar juara sudah di tangan, namun tak membuat mereka berpuas diri. Mereka masih melakukan perawatan penataan seperti membersihkan selokan, menyiram tanaman, dan aktif menjalankan kegiatan Jumat Bersih.

Atas raihan RW 08 sebagai juara LKBA kategori kampung berkembang, Pemerintah Desa Cikolelet menobatkan lingkungan ini sebagai Kampung Wisata dan Kampung Ekraf (Ekonomi Kreatif), tujuannya untuk terus meningkatkan kunjungan wisata.

Ada sepuluh unit kegiatan ekonomi kreatif yang dilakukan warga, yakni budidaya lele sangkuriang, pembuatan atap rumbia, jual beli tanaman hias, pembuatan pot dari sekam kotoran kambing dan kain anduk, KUBE Jamur Tiram, emping melinjo, daur ulang sampah plastik menjadi krajinan tangan, peternakan kambing etawa, peternakan telur buyung puyuh, dan sentra pembuatan tahu.

Ketua RW 08 Ahmad mengaku sangat berterimakasih kepada warga yang sudah bekerja keras atas pencapaian ini. Gerakan aktif warga menata lingkungan siang dan malam, membuat RW 08 kembali meraih gelar juara. “Semua ini berkat kekompakan gotong royong semua kalangan, mulai dari kades, bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda,” ungkapnya.

Dijelaskan Ahmad, penataan di tiga RT di RW 08 memiliki konsep penataan berbeda. Di RT 01 Kampung Kopi, sepanjang jalannya dihiasi tanaman bunga yang bermekaran dan pengelolaan sampah, di RT 02 Kampung Mengkol ada taman baca dan banyak tanaman hias, sedangkan di RT 03 Kampung Baru ada tugu piala LKBA 2019 dan penghijauan di semua pekarangan rumah. “Jadi semua RT kita tata,” ungkapnya.

Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengaku kekompakan warganya sangat luar biasa untuk menyukseskan LKBA. Ia menilai, kesadaran akan kebersihan, keamanan dan keindahan lingkungan sudah terbentuk. “Soalnya warga RW 03 mah sering dapat platihan-pelatihan soal sadar wisata oleh Disporapar Kabupaten Serang maupun Kementerian Pariwisata,” ungkapnya.

Kata Ojat, warga RW 08 sudah mengalami  peningkatan kualitas cara berpikir soal kondisi lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan gotong-royong warga yang aktf, kelompok ibu-ibu yang kreatif dan inovatif mengolah sampah, serta kelompok pemuda yang sangat peduli pada lingkungan. “Tahun depan, RW 08 bakal menjadi kampung percontohan untuk RW lainnya di Desa Cikolelet,” pungkasnya.