Gubernur Banten Targetkan SAKIP Terbaik

GUBERNUR Banten Wahidin Halim menargetkan Pemprov Banten mendapatkan predikat terbaik atau AA dalam laporan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Untuk meningkatkan predikat itu, pria yang akrab disapa WH itu langsung memimpin seluruh OPD Provinsi Banten menuju Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI, Jakarta, kemarin.

WH mengatakan, hal itu dilakukannya bersama jajarannya sebagai salah satu implementasi dari Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP. Itu merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, ikhtisar, dan pelaporan kinerja Pemprov dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja Pemprov.

“SAKIP adalah performa Pemprov dalam memastikan sasaran sesuai dengan pembangunan nasional dan kemajuan pencapaian target terukur sehingga kinerja dapat dikelola dengan baik dari tahun ke tahun,” ujar WH melalui press release yang diterima Radar Banten, Kamis (12/12).

WH mengatakan, selain itu, pelaporan pencapaian kinerja juga diberikan kepada pemberi amanah secara jujur sehingga sistem akuntabilitas kinerja Pemprov terimplementasikan dengan baik. Pada 2018, Provinsi Banten mendapatkan predikat B dalam laporan hasil evaluasi SAKIP oleh Menpan RB. Sebelumnya, capaian SAKIP Pemprov di tiga tahun terakhir hingga 2017 selalu CC.

Mantan walikota Tangerang dua periode itu mengatakan, bukan soal nilai yang harus diraih, tapi perlu diketahui seluruh jajaran di Pemprov bahwa penilaian SAKIP adalah cerminan dari perencanaan kinerja, pengukuran, pelaporan, evaluasi, dan capaian kinerja. “Nilai baik artinya rencana aksi capaian kinerja setiap OPD sudah sesuai prioritas daerah dan peningkatan kualitas budaya kerja,” terangnya.

Kemarin, ia secara langsung menyampaikan tentang pelaksanaan SAKIP dan reformasi birokrasi di Banten yang dilakukan oleh Tim dari Kemenpan RB. “Kami optimistis Banten menuju SAKIP berkualitas,” ujar WH.

Diketahui, nilai tertinggi SAKIP, yakni AA atau memuaskan dengan skor 90-100, sedangkan A dengan skor 80-90, BB dengan skor 70-80, B dengan skor 60-70, CC dengan skor 50-60, C dengan skor 30-50, dan D dengan skor 0-30.

Dalam paparannya, WH mengatakan, banyak pembangunan yang telah dilaksanakan Banten mulai dari infrastruktur jalan, kesehatan, serta fasilitas pendidikan. Untuk bidang kesehatan, Banten memiliki program di antaranya pengobatan gratis melalui integritas dengan sistem jaringan kesehatan nasional mencakup 8,8 juta jiwa dan pembangunan gedung baru poliklinik di RSUD Malingping, sehingga sampai pada bulan Agustus 2019 RSUD Malingping dapat melayani 8.654 jiwa. Sedangkan untuk pembangunan, saat ini Banten sedang membenahi kawasan Kesultanan Banten Lama yang menjadi ikon Banten, yang dulunya kumuh sekarang sudah bersih dan bagus sehingga nyaman untuk para peziarah.

Selain itu, ia mengatakan, Banten juga sedang membenahi infrastruktur jalan yang menuju ke wisata Negeri di atas Awan Citorek, Kabupaten Lebak. Sedangkan di bidang aparatur, Pemprov terus melakukan perbaikan disiplin, yaitu salah satunya melalui absensi kehadiran aparatur atau pegawai di Pemprov yang sudah mengunakan retina mata sehingga tidak bisa diduplikasi. Selain itu, pegawai juga diwajibkan untuk melaksanakan apel serta melaksanakan salat berjamaah di masjid ketika waktu istirahat.

“Sudah ada pegawai yang saya pecat karena menyalahi aturan. Saya tidak akan segan-segan melakukan hal tersebut kepada pegawai curang atau tidak disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

Kata dia, Banten terus berbenah agar bisa berubah mulai dari pembangunan sampai dengan aparaturnya. Hal ini itu dilakukan semata-mata untuk kemajuan Banten. “Saya ingin Banten lebih maju lagi,” ujar WH. (nna/air/ira)