Gubernur Banten pada apel Sensus Ekonomi 2016 di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kota Serang.

SERANG – Gubernur Banten Rano Karno meminta kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menjalankan Sensus Ekonomi 2016 dari 1 – 31 Mei mendatang secara maksimal sekaligus mengawasi petugas sensus di lapangan. Sensus ini memiliki arti penting, salah satunya untuk pengukuran kegiatan usaha di Indonesia, khususnya di Banten.

“Data hasil sensus ekonomi akan menjadi data yang paling lengkap di bidang ekonomi, sehingga akan digunakan untuk memperbaharui data lainnya. Salah satunya adalah data produk domestik regional bruto (PDRB) yang menjadi indikator untuk melihat pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, serta struktur perekonomian,” ujar Gubernur setelah apel Sensus Ekonomi 2016 di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kota Serang, Senin (7/3/2016).

Terkait, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, menurut Rano, dalam 5 tahun terakhir laju pertumbuhan ekonomi di Banten selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya sensus ekonomi ini diharapkan laju positif tersebut terus berkelanjutan.
“Pada Tahun 2015, ekonomi di Banten masih tumbuh 5,4 persen, sementara perekonomian nasional hanya tumbuh 4,8 persen,” ujarnya. (Bayu)