SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan bahwa dirinya siap memberikan perlindungan secara intensif kepada para ulama, kyai dan para tokoh agama di Banten dari upaya tindakan persekusi yang mengancam keselamatan para pemuka agama tersebut. 

Hal itu disampaikan Gubernur WH saat menghadiri rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Polda Banten, BNN Provinsi Banten, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten dan sejumlah ormas islam di Kantor MUI Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang pada Selasa (27/2). 

Ia mengaku turut membaca info-info tentang bagaimana perlakuan terhadap ulama yang terjadi belakangan dan membuat keresahan.  “Tapi kan udah beredar dimana bahwa kyai yang resah. Sehingga waktu itu saya undang MUI di rumah dinas. Sampaikan kepada para kiyai agar jangan resah. Nanti datangkan Kapolda bahwa betul ada ancaman. Kalau bilang tidak ada, faktanya memang ada,” tutur Gubernur.

Gubernur WH mengungkapkan, kendati dari pribadi kyai menyatakan siap mati, namun  ummat masih dan akan terus membutuhkan keberadaan kyai. Lain halnya dengan pejabat yang mati, karena akan disiapkan banyak pengganti. 

“Kalau pejabat mati banyak penggantinya, tapi kalau kyai mati tidak akan ada pengggantinya. Makanya saya harus lindungi kyai. Kemarin di rumah saya datang 2 orang dari Karawang sama Tasik bilangnya gapunya ongkos, karena saya bukan kyai, saya merasa tidak perlu didramatisir, masa mau bunuh gubernur? kan selama ini belum ada berita gubernur dianiaya oleh orang gila.”papar Gubernur WH. 

Terkait narkoba, Gubernur WH menyatakan perang terhadap para pengedar, bandar maupun jaringan-jaringan yang tergabung didalamnya. Bahkan, Gubernur menyarankan agar dapat membentuk organ-organ atau simpul-simpul di daerah untuk mengantisipasi penyebarluasan narkoba di Provinsi Banten. 

“Kalau minum miras kan mati ya mati sendiri. Kalau narkoba kan dampaknya meluas dan luar biasa. Masyarakat sangat berharap ketegasan dari pemerintah, kalau memang hukum mati yaudah hukum mati. Kalau tadinya mau piara buaya, yaudah masukin aja kakinya kek apanya kek biar dimakan buaya,”tuturnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)