Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

0
987 views
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meninjau lokasi pembukaan jalan yang tertimbun longsor di Kampung Jaha, Kecamatan Lebakgedong, Jumat (3/1).

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan bencana banjir bandang di Lebak dan banjir di Tangerang sebagai status tanggap darurat. Status tanggap darurat untuk wilayah Banten itu meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, berlangsung selama 14 hari terhitung 1 Januari 2020 hingga 14 Januari 2020.

Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 362/Kep.I-Huk/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Wilayah Provinsi Banten Tahun 2020 didasarkan atas pernyataan Kepala BMKG  tentang informasi puncak musim hujan hingga tiga bulan kedepan di Banten dan Jakarta. Lalu, Keputusan Bupati Lebak Nomor 366/Kep.1-BPBD/2020 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Lebak dan Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana dari Walikota Tangerang Nomor 366/04364-BPBD/2020 tanggal 1 Januari 2020.

WH mengatakan, Bupati Lebak dan Walikota Tangerang sudah menyatakan status tanggap darurat. “Sehingga saya dapat menetapkan status tanggap darurat bencana provinsi melalui SK (surat keputusan-red). Sudah ditandatangani,” ujar WH melalui rilis yang diterima Radar Banten, Jumat (3/1).

WH mengungkapkan, ditetapkannya status tanggap darurat bencana bertujuan agar penanganan terhadap dampak-dampak bencana dapat lebih ditingkatkan serta mengantisipasi dampak yang meluas akibat bencana. Selain itu, curah hujan juga masih diprediksi tinggi sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan baik masyarakat maupun petugas harus ditingkatkan untuk menghindari dampak yang lebih besar lagi.

Berdasarkan data sementara, banjir bandang di Kabupaten Lebak mengakibatkan ribuan rumah terdampak serta sebanyak 14 jembatan yang rusak termasuk dua di antaranya jembatan milik Provinsi Banten dan satu ruas jalan yang rusak.

Sedangkan untuk banjir wilayah Tangerang melanda hingga 56 titik. ”Saat ini sudah disiapkan posko. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan inventarisasi di titik-titik banjir dari yang terparah, sedang hingga ringan,” ujarnya.

Kata dia, jumlah kerugian secara material belum dapat diketahui karena masih menghitung jembatan hanyut. “Ditambah jalan. Belum lagi di Kota Tangerang cukup parah ada 56 titik (banjir-red),” ungkapnya.

Selain itu, tim di lapangan juga masih mendata jumlah korban jiwa yang tewas akibat banjir. Akibatnya, pemerintah belum bisa menyampaikan berapa kepastian jumah korban jiwa. (nna/alt/ags)