Gubernur Wahidin: Jaga Diri di Zona Merah

0
2.624 views
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengingatkan warga Banten yang beraktivitas di daerah zona merah untuk berhati-hati. Orang nomor satu di Banten ini tidak ingin wilayah Banten yang sudah zona hijau kembali merah.

Untuk itu, pria yang akrab disapa WH ini menegaskan, masyarakat Banten yang beraktifitas dan bekerja dari dan ke wilayah zona merah seperti DKI Jakarta untuk tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan. “Jangan karena sudah zona hijau jadi seluruh pihak di Banten menjadi lengah,” ujar WH, kemarin.

WH meminta agar masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi berbagai hal terkait Covid-19 ini sampai Banten mencapai zona hijau. Salah satu indikator untuk mencapai zona hijau yakni jika dalam jangka waktu empat pekan berturut-turut tidak ditemukan orang yang terpapar Covid-19.

Ia berpesan kepada warga Banten yang beraktifitas di DKI Jakarta untuk tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan. “Bagi yang tidak ada keperluan atau kepentingan sebaiknya tidak ke DKI Jakarta, termasuk ke wilayah zona merah lainnya,” imbau mantan Anggota DPR RI ini.

Selain itu, WH mengaku akan tetap berkonsentrasi melakukan penanganan Covid-19 di Banten. Salah satunya adalah meningkatkan pengawasan terhadap angkutan umum dari DKI Jakarta, termasuk di dalamnya melakukan peningkatan pengawasan lalu lintas atau pergerakan masyarakat dari dan ke luar kota.

“Selama ini kita terus melakukan swab test baik di terminal maupun di stasiun kereta api bagi para penumpang,” ungkapnya.

Kata dia, jika WHO mengakui kerja keras Banten atas penanganan Covid-19 karena pencapaian 15 indikator penanganan Covid-19 di Provinsi Banten tercapai dengan signifikan di beberapa pekan terakhir.

“Dari awal, prinsip saya akan jadikan Banten zona hijau. Kita akan tetap perketat pengawasan, itu sebabnya kami masih memperpanjang PSBB guna mengingatkan warga masyarakat secara bertahap,” tegas WH.

Dia mengatakan, jika masyarakat sudah terbiasa dengan berbagai kebiasaan dalam menghadapi kehidupan kesehariannya, dan pemerintah daerah tidak perlu mengingatkan, baru secara bertahap berbagai segmen kehidupan dalam adaptasi baru dibuka semuanya. “Jangan sampai kita terserang oleh gelombang kedua. Saya tidak ingin ada kepanikan di masyarakat,” ujarnya.

WH mengatakan, sejak awal corona ada di Banten, ia terus memikirkan cara dan bekerja keras dengan seluruh jajaran dalam penanggulangannya. Hasilnya bisa terlihat sekarang. Namun, ia tetap akan konsentrasi penuh terhadap soal ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, pada Selasa (28/7) kemarin, jumlah terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1.578 orang, yang terdiri dari 195 orang dirawat, 1.286 orang sembuh, dan 97 orang meninggal dunia. “Ada peningkatan 15 kasus dibandingkan hari sebelumnya,” ujar Ati. (nna/nda)