Gudang Miras Berkedok Toko Material Digerebek, Ini Kata Kapolsek Kramatwatu

CILEGON – Kapolsek Kramatwatu Kompol Nono Karsono mengaku belum pernah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya tempat produksi dan penyimpanan miras ilegal yang hari ini, Selasa (2/5), digerebek oleh puluhan warga Cilegon dan Kabupaten Serang.

“Ini wilayah perbatasan, memang wilayahnya ada di kita (Polsek Kramatwatu). Tapi justru yang lebih dekat adalah Polsek Cibeber. Kita hanya mengamankan, karena sampai saat ini kita belum pernah menerima laporan,” ujar Kapolsek Kramatwatu Kompol Nono Karsono di sela aksi penggerebekan warga.

Ribuan botol miras dari berbagai jenis dan merk beserta alat produksinya didapati oleh warga saat penggerebekan berlangsung. Diantaranya ada yang berada di dalam toko bangunan Bintang Terang dan rumah kosong yang sudah tidak terpakai. Lokasi penyimpanan miras tersebut kini telah dipasang garis Kepolisian.

“Ada dua mobil yang berisi miras kita amankan. Tapi kita belum dapat memastikan apakah ini hanya tempat penyimpanan saja atau juga tempat produksinya. Informasinya memang ini kepemilikan atas nama Abun, warga keturunan Cina,” sambung Nono.

Sementara itu, Habib warga lingkungan Komplek PCI Blok D mengungkapkan, warga sudah mencurigai aktivitas terlarang di toko bangunan itu sejak satu tahun lalu. Sebelumnya, ia mengaku telah melaporkan ke pihak Kepolisian namun tidak mendapat tindakan.

“Digerebek sudah tiga kali tapi tidak ditangani. Toko material ini hanya kedok belaka. Aktivitas sesungguhnya adalah produksi miras ilegal, bikin produk dan label palsu,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)