Guru ASN Nyalon Bupati Serang

SERANG – Pendaftaran calon bupati dan wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten serang melalui jalur perseorangan mulai diminati. Adalah Sukma, guru aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang maju bersama pendampingnya yang berstatus karyawan swasta.

“Yang daftar jalur perseorangan ada guru ASN dari Kecamatan Cikande, namanya Sukma yang berdomisili di Desa Namboudik,” ungkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang Idrus di ruang kerjanya, Jalan Kitapa, Kota Serang, Kamis (16/1).

Idrus mengungkapkan, Sukma mendaftar bersama pasangannya yang bernama Aris Munandar. Dalam catatan KPU, Aris merupakan pegawai swasta yang berdomisili di Kecamatan Taktakan, Kota Serang. “Mereka (Sukma dan Aris-red) dua hari terakhir ini sudah berkomunikasi dengan kita,” ujarnya.

Idrus mengatakan, pasangan calon jalur perseorangan itu mengklaim sudah mempunyai 30.000 dukungan. Oleh karena itu, Idrus meminta pasangan bakal calon itu segera menghimpun berkas persyaratan sebelum waktu pendaftaran tiba. “Waktunya memang mepet. Mereka juga baru komunikasi dua hari terakhir ini saja. Kalau sebelumnya belum komunikasi,” tukasnya.

Lebih lanjut Idrus mengatakan, pendaftaran bakal calon bupati jalur perseorangan akan dibuka pada 19 Februari hingga 23 Februari. Bakal calon jalur perseorangan sudah harus menghimpun berkas persyaratan pencalonanannya sejak Desember tahun lalu. “Nanti ketika pendaftaran tinggal bawa saja berkasnya. Setelah tanggal 23 Februari kita sudah tidak menerima berkas lagi,” tegasnya.

Dijelaskan Idrus, calon dari jalur perseorangan minimal harus mendapatkan dukungan 76.752 warga yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Serang. Dukungan dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan surat pernyataan dukungan. “Persyaratan akan kita verifikasi setelah waktu pendaftaran usai,” tandasnya.

Hingga tadi malam Radar Banten belum bisa mengonfirmasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju melalui jalur independen tersebut. “Harus dikonfirmasi dulu (meminta persetujuan bersangkutan-red),” tandas Idrus saat diminta nomor telepon seluler pasangan bakal calon jalur perseorangan tersebut.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Zainor Ridho menilai, persyaratan calon pada Pilkada 2020 Kabupaten Serang jalur perseorangan cukup berat. Selain itu, biaya politik yang harus dikocek juga cukup besar. “Popularitas figur juga belum bisa bersaing dengan figur-figur yang sudah dikenal publik,” tukasnya. (jek/zai/ira)